PortalMadura.com – Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan Senin pagi (11/5/2026). Rupiah dibuka bergerak turun seiring dengan dinamika pasar global dan penguatan indeks dolar.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada pukul 09.09 WIB, mata uang Garuda melemah tipis 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke posisi Rp17.386 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan pekan lalu, rupiah bertengger di level Rp17.382 per dolar AS.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Pelemahan ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang memengaruhi sentimen investor. Secara global, ketidakpastian suku bunga di Amerika Serikat masih menjadi sorotan utama. Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya terhadap mayoritas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor global, tekanan pada rupiah sepanjang tahun 2026 juga dipengaruhi oleh kondisi fiskal domestik. Tercatat sejak awal Januari hingga Mei 2026, rupiah telah mengalami depresiasi dalam rentang 4,1 persen hingga 4,59 persen akibat tingginya permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.
Perbandingan dengan Mata Uang Asia
Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang di kawasan Asia juga terpantau bergerak fluktuatif. Penguatan dolar AS memberikan tekanan merata di pasar emerging markets. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid untuk meredam gejolak yang terlalu dalam, didukung oleh cadangan devisa yang memadai.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau pergerakan ini guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas, disarankan untuk memantau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebagai acuan harga terkini.
Demikian informasi terbaru mengenai perkembangan kurs rupiah hari ini. Dapatkan berita ekonomi dan informasi menarik lainnya hanya di portalmadura.com.







