portalmadura.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan data prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026). Berdasarkan pantauan pergerakan atmosfer terkini di pintu gerbang Pulau Madura tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya badai petir tidak merata (scattered thunderstorms) yang diprediksi akan berlangsung pada siang hari.
Pihak stasiun meteorologi mencatat bahwa fluktuasi cuaca lokal tengah pekan ini cukup dinamis, sehingga para pengendara di area jembatan Suramadu maupun warga yang beraktivitas di ruang terbuka disarankan senantiasa memantau penyesuaian iklim berkala. Selain potensi kilatan petir, pergerakan massa udara juga memicu tingkat kelembapan yang bervariasi sepanjang hari.
Berikut rincian parameter cuaca spesifik untuk wilayah Kabupaten Bangkalan sepanjang Selasa, 19 Mei 2026, berdasarkan data resmi BMKG:
Detail Parameter Cuaca Kabupaten Bangkalan
- Cuaca Siang Hari: Wilayah daratan diprediksi mengalami badai petir tidak merata (scattered thunderstorms) dengan peluang terjadinya curah hujan atau presipitasi sebesar 35 persen.
- Suhu Udara Maksimum: Suhu udara tertinggi pada siang hari diproyeksikan akan menyentuh angka 31°C.
- Cuaca Malam Hari: Kondisi langit di sebagian besar wilayah Bangkalan diperkirakan akan didominasi oleh awan tebal atau cenderung berawan (mostly cloudy).
- Suhu Udara Minimum: Memasuki malam hingga dini hari, suhu udara terendah diprediksi akan stabil berada pada angka 25°C.
- Peluang Hujan Malam Hari: Kemungkinan terjadinya intensitas hujan pada malam hari terpantau mengecil ke angka 25 persen.
- Kelembapan Udara: Parameter kelembapan udara rata-rata untuk wilayah Bangkalan hari ini berada di angka 68 persen.
- Sirkulasi Angin: Hembusan angin bergerak secara konstan dengan kecepatan rata-rata 6 mil per jam (mph) yang bertiup lurus dari arah Timur Laut (northeast).
- Indeks Ultraviolet (UV): Tingkat paparan radiasi sinar matahari maksimum berada pada skala 6.
Perubahan kondisi sirkulasi udara lokal yang fluktuatif ini mengharuskan masyarakat untuk tetap mempersiapkan perlengkapan pelindung hujan serta mengantisipasi potensi berkurangnya jarak pandang saat berkendara ketika terjadi badai petir.




