IHSG Merana: Anjlok 3,64% di Tengah Bursa Asia Menguat, Sentimen Negatif Kebijakan Domestik Menekan

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Hari Ini Tancap Gas ke Zona Hijau, Saham Sektor Ini Jadi Jagoan Motor Penggerak!
IHSG Hari Ini Tancap Gas ke Zona Hijau, Saham Sektor Ini Jadi Jagoan Motor Penggerak!

PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali terjerembap tajam pada perdagangan Kamis (21/5/2026), anjlok hingga 3,64% ke level 6.088,22 sekitar pukul 13.35 WIB.

Pelemahan signifikan ini terjadi di tengah menguatnya bursa saham regional Asia dan global, mengindikasikan tekanan kuat dari faktor internal domestik.

Tren negatif IHSG pada hari ini menandai berlanjutnya koreksi pasar yang telah terjadi sejak awal Mei 2026, bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 6.083,69.

Sebanyak 673 saham tercatat melemah, hanya 100 saham menguat, dan 186 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,74 triliun pada pertengahan hari.

Tekanan jual masif ini secara merata menimpa berbagai sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan perusahaan konglomerasi.

Analis dari Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, kepada Kompas pada hari yang sama, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh berbagai indikator pelemahan ekonomi dalam negeri.

Salah satu pemicu utama adalah ketidakpastian arah reformasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang akan menjadi eksportir tunggal mulai Juni 2026.

Sentimen investor juga dibayangi oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai target defisit anggaran tahun 2027 dan kebijakan ekspor satu pintu.

Selain itu, depresiasi nilai tukar Rupiah yang telah melemah sekitar 8% sejak awal tahun, serta penurunan cadangan devisa lebih dari 10 miliar dolar AS, turut membebani sentimen pasar.

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Rabu (20/5/2026) di atas ekspektasi, dalam upaya menstabilkan Rupiah dan meredam inflasi.

Namun, kenaikan suku bunga ini belum mampu membendung tekanan terhadap Rupiah, bahkan tekanan masih berlanjut.

Ironisnya, IHSG terjerembap sendiri di kala mayoritas bursa saham Asia, seperti Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan, justru menguat signifikan karena optimisme negosiasi damai AS-Iran.

Sektor perbankan dan komoditas menjadi yang paling rentan terhadap sensitivitas suku bunga dan reformasi ekspor DSI.

Pasar juga telah menyaksikan capital outflow yang persisten oleh investor asing serta sentimen “risk-off” akibat ketidakpastian global yang masih membayangi.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200-6.250 dan resistance 6.400-6.450, dengan investor cenderung “wait and see”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses