PortalMadura.com – Dua oknum lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terancam kehilangan jabatannya setelah digerebek warga di dalam Kantor Kelurahan pada Jumat (12/6/2026). Kedua pejabat publik tersebut kedapatan membawa dua wanita muda yang dipesan melalui aplikasi kencan daring (open BO).
Kedua oknum aparatur sipil negara (ASN) tersebut adalah Lurah Poasia berinisial ZM dan Lurah Talia berinisial RAK. Sementara dua wanita yang mereka datangkan masing-masing berinisial CIS (21) dan ANI (18). Penggerebekan ini sempat membuat situasi memanas hingga kedua lurah nyaris menjadi sasaran amuk massa yang geram.
Buntut dari tindakan tidak terpuji tersebut, Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat dengan menonaktifkan kedua oknum lurah tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kendari, Alfian, menegaskan bahwa surat penonaktifan kini sedang diajukan kepada Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Baca Juga:
Geger! Video Suami Ngamuk dan Siksa Istri Hanya Karena Dibangunkan Tidur Viral di Media Sosial
“Iya lagi diajukan ke pimpinan, tapi yang pasti akan dinonaktifkan dan ditunjuk pelaksana tugas (Plt),” ujar Alfian saat memberikan konfirmasi pada Sabtu (13/6/2026).
Kronologi Penggerebekan: Berawal dari Salah Paham Tarif
Peristiwa memalukan ini bermula saat ZM meminta staf kelurahannya yang berinisial JI untuk mencarikan wanita penghibur melalui aplikasi kencan. JI kemudian berhasil menghubungi CIS dan sepakat untuk mendatangkan satu wanita tambahan, yakni ANI, untuk menemani RAK berpesta minuman keras.
Namun, sesampainya di lokasi menggunakan taksi daring, CIS mengaku terkejut karena tempat yang mereka tuju bukanlah penginapan, melainkan Kantor Kelurahan yang kondisinya dalam keadaan gelap gulita. Kecurigaan CIS semakin menguat saat kesepakatan tarif di dalam ruangan sepi tersebut mendadak berubah.
Pihak lurah hanya bersedia membayar Rp200 ribu dari kesepakatan awal, sehingga memicu perdebatan sengit. CIS yang merasa tertipu langsung berteriak protes di dalam ruangan kantor tersebut.
Warga Tersulut Emosi dan Datangkan Polisi
Teriakan histeris dari dalam kantor kelurahan itu rupanya didengar oleh warga sekitar yang sedang melintas. Warga berinisial W mengungkapkan bahwa masyarakat yang curiga langsung berbondong-bondong mendatangi sumber suara dan mendapati kedua pejabat desa tersebut tengah berduaan dengan wanita di dalam ruangan gelap.
Massa yang emosional hampir main hakim sendiri sebelum akhirnya Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari tiba di lokasi untuk meredakan situasi. Polisi langsung mengamankan kedua lurah beserta dua wanita tersebut ke mapolres guna menghindari tindakan anarkis.
Saat diinterogasi pada Sabtu (13/6/2026), ZM berkilah dan menyatakan bahwa dirinya belum sempat mengonsumsi minuman keras maupun berhubungan badan dengan wanita tersebut. Ia berdalih hanya menyewa mereka untuk menemani mengobrol.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan insiden penggerebekan ini pada Minggu (14/6/2026). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh pihak yang terlibat guna memastikan sanksi hukum maupun pelanggaran yang terjadi.





