PortalMadura.com – Harga emas, baik perhiasan maupun batangan, mengalami kenaikan signifikan pada Senin, 15 Juni 2026, merespons dinamika pasar global yang positif. Kenaikan ini terjadi setelah adanya kabar kesepakatan awal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan ketegangan geopolitik.
Sentimen positif tersebut langsung tercermin pada pergerakan harga emas di pasar domestik Indonesia. Masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas perhiasan hari ini perlu memperhatikan detail terbaru dari berbagai penyedia.
Lonjakan Harga Emas Global Dipicu Perdamaian AS-Iran
Harga emas spot global melonjak sebesar 2% menjadi US$4.304,11 per ons pada Senin pagi waktu GMT. Kenaikan serupa juga terlihat pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus yang melesat 2% menjadi US$4.325,20.
Kenaikan drastis ini merupakan respons langsung terhadap pengumuman kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai faktor kunci yang meredakan kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.
Pasar juga bereaksi dengan penurunan harga minyak lebih dari 4%, mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir. Dolar AS turut melemah ke level terendah dalam 10 hari, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa pakta perdamaian akan diteken secara resmi pada Jumat pekan ini di Swiss. Kabar ini segera mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember menjadi 47%, turun dari 69% pada pekan lalu.
Rincian Harga Emas Domestik pada 15 Juni 2026
Harga Emas Batangan Antam Meningkat
Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia (LM) PT Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan Rp18.000 per gram pada 15 Juni 2026. Harga satu gram emas Antam kini dibanderol Rp2.729.000, dari sebelumnya Rp2.711.000 per gram.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut melonjak tajam sebesar Rp46.000 per gram, mencapai Rp2.500.000. Selisih antara harga jual dan harga buyback tercatat Rp229.000 per gram pada hari ini.
Bagi investor yang bertransaksi, setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22 sebagai dasar pelaporan pajak.
Variasi Harga Emas Perhiasan di Berbagai Karat
Harga emas perhiasan juga menunjukkan pergerakan positif di berbagai toko emas. Di Raja Emas Indonesia, harga beli emas perhiasan 24 karat (K24*) tercatat Rp2.410.000 per gram.
Sementara itu, emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% dihargai Rp2.310.000 per gram. Raja Emas juga menyediakan daftar harga beli untuk berbagai karat, mulai dari 5 karat seharga Rp438.000 hingga 23 karat seharga Rp2.095.000.
Laku Emas melaporkan harga jual emas perhiasan 24 karat (99%) sebesar Rp2.337.000 per gram. Mereka juga merilis rincian harga jual untuk emas 10 karat senilai Rp776.000 hingga 23 karat senilai Rp2.005.000.
Harga emas perhiasan 99,5 persen di Langsa bertahan stabil di Rp8,4 juta per mayam pada Senin, 15 Juni 2026.
Good News From Indonesia melaporkan harga emas perhiasan 24 karat stabil di Rp2.294.000 per gram pada 15 Juni 2026, sedangkan emas 22 karat stabil di Rp1.884.000 per gram.
Harga Emas di Pegadaian dan Galeri24
Harga emas di Pegadaian cenderung stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Emas Antam di Pegadaian bertahan di posisi Rp2.820.000 per gram.
Harga emas Galeri 24 stabil di level Rp2.696.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS juga tetap di level Rp2.709.000 per gram.
Pegadaian menawarkan berbagai denominasi emas batangan dari Galeri24, Antam, dan UBS dengan rincian harga yang berbeda. Contohnya, emas Antam 1 gram di Pegadaian dibanderol Rp2.820.000, sementara UBS 1 gram seharga Rp2.709.000.
Dampak Kebijakan Global dan Proyeksi Harga Emas ke Depan
Kesepakatan perdamaian AS-Iran memiliki efek domino yang signifikan terhadap pasar emas global. Penurunan harga minyak dan melemahnya dolar AS mengurangi tekanan inflasi.
Situasi ini lantas menurunkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang biasanya menekan harga emas.
Analis KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan kombinasi ini memberikan dorongan terbaik bagi logam mulia dalam beberapa minggu terakhir. Namun, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada ketahanan perjanjian perdamaian tersebut.
Berbagai lembaga finansial global memproyeksikan tren penguatan emas akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Goldman Sachs mempertahankan target harga emas di US$5.400 per ons pada akhir 2026.
JP Morgan bahkan lebih optimis, menargetkan harga emas mencapai US$6.000 per ons pada akhir 2026. UBS memproyeksikan harga emas mencapai US$5.900 per ons pada Desember 2026.
Meskipun demikian, volatilitas harga emas masih akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026, didorong oleh ketidakpastian global dan tensi geopolitik. Permintaan aset safe haven, termasuk emas, tetap tinggi di tengah volatilitas pasar keuangan.
Faktor-faktor seperti perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, arah suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, dan data ekonomi AS akan terus memengaruhi harga emas. Pembelian emas oleh bank sentral global, terutama China, juga menjadi penopang harga yang kuat.
Metals Focus memproyeksikan harga emas dunia rata-rata sepanjang 2026 akan melonjak 43% dan mencapai rekor baru sebesar US$4.920 per troy ons. Perubahan signifikan dalam struktur permintaan emas dunia menunjukkan investasi fisik akan melampaui perhiasan sebagai pendorong utama pasar.
Ini terjadi karena konsumsi perhiasan menurun akibat tingginya harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Investasi emas fisik diperkirakan meningkat 15% pada 2026, mencapai level tertinggi sejak 2013.
Emas Perhiasan Sebagai Pilihan Investasi dan Gaya Hidup
Emas perhiasan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap gaya, tetapi juga menjadi alternatif investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Nilai emas perhiasan yang terus bergerak naik maupun turun menjadikannya aset yang layak untuk dipantau secara harian.
Minat masyarakat terhadap investasi emas tetap menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi. Pelaku industri memanfaatkan pameran seperti Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk menjangkau konsumen.
Galeri24, misalnya, menawarkan diskon hingga 2,5% untuk koleksi perhiasan emas dan diskon 3,5% untuk berlian selama Jakarta Fair. Program ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi atau menambah koleksi perhiasan mereka.
Meskipun harga emas berfluktuasi, daya tarik fundamentalnya sebagai aset yang terbukti mampu bertahan di tengah ketidakpastian tetap solid. Investor disarankan untuk memahami pola naik turun harga emas agar tidak terjebak kepanikan saat melihat pergerakan grafik.





