PortalMadura.com – Harga emas perhiasan di Indonesia, khususnya dari pengecer besar seperti Raja Emas dan Laku Emas, mengalami penurunan signifikan hari ini, Rabu, 24 Juni 2026, sejalan dengan anjloknya harga emas global.
Tren penurunan ini menyusul pelemahan substansial di pasar emas dunia, yang dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.
Liputan6.com melaporkan bahwa harga emas dunia jatuh hingga 1%, mencapai level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Para investor menunjukkan kekhawatiran terhadap sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed di masa depan, yang secara historis menguatkan Dolar AS dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga.
Dinamika Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Tren Penurunan Global Melanda Pasar Lokal
Pada Rabu, 24 Juni 2026, Laku Emas mencatat harga jual emas perhiasan 23 karat berada di kisaran Rp 1.984.000 per gram.
Sementara itu, emas perhiasan 22 karat dijual seharga Rp 1.899.000 per gram di Laku Emas.
Untuk emas dengan kadar 21 karat, harganya tercatat Rp 1.815.000 per gram pada hari ini.
Raja Emas Indonesia melaporkan harga emas perhiasan 24 karat (K24*) dibanderol Rp 2.295.000 per gram.
Harga emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% di Raja Emas tercatat sebesar Rp 2.255.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas perhiasan 23 karat di Raja Emas mencapai Rp 1.990.000 per gram.
Harga beli emas perhiasan 23 karat di Raja Emas pada hari yang sama mencapai Rp 1.990.000 per gram.
Harga emas Antam Logam Mulia juga mengalami penurunan signifikan Rp 18.000 per gram, dengan 1 gramnya kini menjadi Rp 2.655.000.
Harga buyback emas Antam bahkan terjun lebih dalam sebesar Rp 36.000, menjadi Rp 2.372.000 per gram.
Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), harga emas murni dan London turun tajam hingga Rp 100 ribu per mayam (3,3 gram), dengan emas murni kini Rp 7.900.000 per mayam.
Emas London di Abdya juga anjlok dari Rp 7.800.000 menjadi Rp 7.700.000 per mayam.
Faktor Utama di Balik Fluktuasi Harga Emas
Fluktuasi harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia yang ditentukan oleh kondisi ekonomi makro.
Suku bunga acuan Federal Reserve adalah salah satu faktor krusial, di mana kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas karena membuat aset tanpa bunga ini kurang menarik bagi investor.
Penguatan nilai tukar Dolar AS juga cenderung melemahkan harga emas karena komoditas ini dihitung dalam mata uang tersebut.
Ketidakpastian geopolitik dan krisis ekonomi seringkali mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset safe haven, namun saat ini sentimen tersebut berbalik.
Penurunan tajam saham teknologi AS telah mendorong investor untuk mengurangi posisi emas batangan guna mengimbangi kerugian di tempat lain dalam portofolio mereka.
Permintaan dan penawaran global, terutama dari industri perhiasan di negara-negara besar seperti India dan China, juga memainkan peran penting dalam pergerakan harga.
Selain itu, jumlah cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral dunia turut mempengaruhi harga jual emas di pasaran.
Emas Perhiasan sebagai Pilihan Investasi: Keuntungan dan Pertimbangan
Emas perhiasan seringkali menjadi pilihan investasi populer karena menawarkan nilai estetika sekaligus berfungsi ganda sebagai aset yang dapat disimpan.
Namun, penting untuk dipahami bahwa harga beli dan harga jual kembali (buyback) emas perhiasan memiliki selisih yang lebih besar dibandingkan emas batangan.
Selisih harga ini sebagian besar disebabkan oleh adanya biaya tambahan seperti desain, ongkos pembuatan, dan nilai merek yang melekat pada perhiasan.
Kadar kemurnian emas juga menjadi faktor penentu harga, di mana perhiasan umumnya tidak murni 24 karat karena sifatnya yang lunak dan mudah berubah bentuk.
Para ahli menyarankan untuk memilih perhiasan dengan kadar minimal 22 karat jika tujuan utamanya adalah investasi.
Penting bagi calon investor untuk memantau harga emas harian dan memilih toko emas bereputasi baik untuk transaksi.
Menyimpan nota pembelian dan sertifikat keaslian juga krusial untuk mempermudah proses jual kembali di masa mendatang dan menjaga kredibilitas aset.
Meskipun ada selisih harga, emas perhiasan memiliki likuiditas yang baik dan cukup mudah dijual kembali saat pemilik membutuhkan dana cepat.
Kemudahan mendapatkan emas perhiasan di berbagai toko juga menjadi salah satu keunggulan bagi investor pemula.
Prospek Pasar Emas dan Rekomendasi Investasi
Harga emas dunia yang anjlok pada 24 Juni 2026 menuju level terendah dalam tujuh bulan menunjukkan adanya kekhawatiran serius terhadap kebijakan moneter The Fed yang diproyeksikan lebih ketat.
Meskipun ada dukungan dari perjanjian perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sentimen suku bunga tetap menjadi faktor dominan.
Berdasarkan survei Kitco News per 22 Juni 2026, mayoritas analis global memperkirakan pelemahan harga emas dalam jangka pendek.
Sebanyak 70 persen analis profesional memprediksi harga emas akan turun akibat tekanan pasar global yang kuat.
Namun, sebagian kecil analis lainnya memperkirakan pergerakan harga cenderung mendatar atau bahkan berpotensi mengalami kenaikan tipis dalam beberapa hari mendatang.
Sebaliknya, pelaku pasar ritel justru menunjukkan pandangan yang lebih optimis terhadap potensi kenaikan harga emas.
Bagi investor yang bijak, membeli emas saat harga sedang turun dapat menjadi strategi yang efektif untuk memaksimalkan potensi keuntungan di masa depan.
Memahami berbagai faktor yang mempengaruhi harga emas sangat penting agar investor tidak salah langkah dan dapat mendatangkan keuntungan besar.
Investor dapat memilih antara emas batangan atau perhiasan, tergantung pada tujuan investasi, preferensi pribadi, dan toleransi risiko mereka.
Terlepas dari fluktuasi jangka pendek, emas tetap dianggap sebagai pilihan diversifikasi portofolio yang menarik dan pelindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang.






