Dinamika Harga Sawit 3 Juli 2026: CPO Global Menurun, Petani Lokal Berharap Kenaikan

Avatar of Kenzo Chandra
Dinamika Harga Sawit 3 Juli 2026: CPO Global Menurun, Petani Lokal Berharap Kenaikan
Dinamika Harga Sawit 3 Juli 2026: CPO Global Menurun, Petani Lokal Berharap Kenaikan

PortalMadura.com – Jakarta, 3 Juli 2026 – Pasar kelapa sawit global menunjukkan tren koreksi di awal Juli 2026.

Harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk periode Juli 2026 tercatat menurun signifikan.

Meski demikian, di tingkat petani lokal, khususnya di beberapa wilayah sentra sawit, harga tandan buah segar (TBS) terpantau relatif stabil.

Penurunan harga CPO global ini diwarnai oleh sentimen pelemahan permintaan dari importir utama serta dampak dari fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas dan bahkan mendorong kenaikan harga TBS demi kesejahteraan petani, termasuk melalui kebijakan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku bulan ini.

Harga CPO Global Terkoreksi di Awal Juli

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan Harga Referensi (HR) CPO untuk periode Juli 2026 sebesar USD 1.000,90 per metrik ton (MT).

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar USD 28,61 atau 2,78 persen dibandingkan HR CPO periode Juni 2026 yang tercatat sebesar USD 1.029,51 per MT.

Penurunan ini, menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, utamanya dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global.

India, sebagai salah satu negara importir utama, mengurangi pembelian CPO.

Selain itu, anjloknya harga minyak mentah dunia juga turut menyeret harga minyak nabati di pasar internasional.

Penetapan HR CPO tersebut didasarkan pada rata-rata harga selama periode 20 Mei hingga 19 Juni 2026.

Data harga bersumber dari Bursa CPO Indonesia, Bursa CPO Malaysia, dan harga CPO Rotterdam.

Sesuai aturan, jika selisih rata-rata harga dari tiga sumber melebihi USD 40, penetapan HR menggunakan dua sumber harga yang menjadi median dan yang terdekat dengan median.

Dampak Terhadap Bea Keluar dan Pungutan Ekspor

Dengan penetapan HR CPO Juli 2026, Bea Keluar (BK) CPO ditetapkan sebesar USD 148 per MT.

Sementara itu, tarif layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP) atau Pungutan Ekspor (PE) ditetapkan sebesar 12,5 persen dari HR CPO, setara USD 125,11 per MT.

Kebijakan ini mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku.

Tidak hanya CPO, produk minyak goreng jenis refined, bleached, and deodorized (RBD) palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat bersih maksimal 25 kg juga dikenakan Bea Keluar sebesar USD 33 per MT.

Kondisi Harga TBS Lokal Stabil, Sinyal Positif dari Pemerintah

Berbeda dengan tren CPO global yang terkoreksi, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di beberapa daerah sentra produksi Indonesia menunjukkan stabilitas pada Jumat, 3 Juli 2026.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah, empat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dilaporkan mempertahankan harga pembelian di kisaran Rp 2.860 hingga Rp 3.015 per kilogram.

Serupa, di Kabupaten Bengkulu Selatan, harga TBS juga bertahan stabil di dua PKS, yakni PT Bengkulu Sawit Lestari dan PT Sinar Bengkulu Selatan.

Petani di wilayah ini berharap harga yang stabil ini dapat terus dipertahankan, bahkan diharapkan mengalami kenaikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kabar baik juga datang dari Kabupaten Bangka, di mana Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) setempat melaporkan harga TBS petani mandiri di sembilan PKS terpantau stabil, tidak mengalami kenaikan maupun penurunan signifikan.

Harga TBS di Bangka berkisar antara Rp 3.030 hingga Rp 3.250 per kilogram, dengan PT.

Tata Hamparan Eka Persada (PT.

THEP) Puding Besar mencatatkan harga tertinggi Rp 3.250 per kilogram.

Peran Kebijakan Biodiesel dan Dorongan Pemerintah

Stabilitas harga TBS di tengah koreksi CPO global sebagian didorong oleh kebijakan domestik.

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM telah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk biodiesel Juli 2026 sebesar Rp 14.562 per liter ditambah ongkos angkut.

Perhitungan HIP biodiesel ini mengacu pada rata-rata harga CPO KPB periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026 sebesar Rp 15.217 per kg.

Implementasi mandatori biodiesel B50 yang efektif mulai 1 Juli 2026 juga diproyeksikan akan meningkatkan permintaan domestik CPO secara signifikan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyatakan bahwa kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan harga CPO.

Selain itu, pemerintah juga menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi petani.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar harga TBS kelapa sawit dapat kembali naik, bahkan hingga 10 persen.

Arahan ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia.

Amran menyatakan bahwa sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah telah berangsur pulih.

Pemerintah bersama Satgas Pangan dan kepolisian akan terus mengawal pemulihan penuh dan menindak tegas perusahaan yang masih menahan harga di bawah standar.

Hal ini menyusul isu kekhawatiran pasar dan praktik penahanan harga oleh beberapa PKS terkait kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebelumnya.

Prospek Pasar Sawit ke Depan

Meskipun harga CPO global saat ini sedang terkoreksi, ada harapan untuk perbaikan di masa depan.

Trading Economics memproyeksikan harga minyak sawit akan diperdagangkan pada MYR 4.720,11 per MT pada akhir kuartal ini dan MYR 4.877,25 dalam waktu 12 bulan.

Sentimen positif untuk sektor sawit sepanjang 2026 diperkirakan datang dari tingginya harga CPO global, peningkatan permintaan biodiesel di dalam negeri, potensi kenaikan permintaan dari India dan Tiongkok, serta pelemahan Rupiah yang mendukung pendapatan ekspor.

Dengan sinergi kebijakan pemerintah dan dinamika pasar, diharapkan harga sawit dapat terus memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi seluruh rantai pasok, khususnya petani sawit Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses