portalmadura.com –Pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan mata uang utama lainnya menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan masyarakat.
Data terbaru menunjukkan dinamika yang bervariasi dari berbagai sumber, termasuk Bank Indonesia dan bank komersial terkemuka.
Berdasarkan informasi yang tersedia, kurs rupiah hari ini menunjukkan sedikit perubahan.
Pemantauan terhadap Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dan kurs transaksi bank menjadi indikator penting dalam memahami kondisi pasar valuta asing domestik.
Detail Kurs Dolar AS (USD) terhadap Rupiah (IDR)
Beberapa institusi keuangan besar telah merilis kurs valuta asing mereka untuk hari ini.
Bank Central Asia (BCA) mencatat E-Rate dolar AS pada level beli Rp 18.032,00 dan jual Rp 18.052,00.
Untuk transaksi TT Counter, kurs beli berada di Rp 17.850,00 dan jual di Rp 18.130,00.
Sementara itu, kurs bank notes BCA menunjukkan angka beli Rp 17.850,00 dan jual Rp 18.130,00.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melalui Kurs Transaksi BI menetapkan kurs jual dolar AS sebesar Rp 18.148,29 dan kurs beli Rp 17.967,71.
Perbedaan antara kurs jual dan beli ini mencerminkan spread yang umum dalam transaksi valuta asing.
Kurs Transaksi BI ini penting karena menjadi acuan transaksi BI dengan pihak ketiga seperti pemerintah.
Platform KursDollar.org juga melaporkan kurs dolar hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut data mereka, kurs dolar di Bank Indonesia menunjukkan penurunan.
Kurs beli berada di Rp 17.901,04 (turun 66,67 poin), kurs jual Rp 18.080,96 (turun 67,33 poin), dan kurs tengah Rp 17.991,00 (turun 67,00 poin).
Untuk kurs spot dunia, tercatat Rp 18.028,66.
Investing.com juga menunjukkan kurs terkini USD/IDR berada di angka 18.028,0.
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebagai Referensi Utama
Penting untuk dipahami bahwa Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) merupakan kurs referensi utama untuk USD/IDR di Indonesia.
JISDOR disusun berdasarkan kurs transaksi USD/IDR antarbank di pasar valuta asing Indonesia melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR) Bank Indonesia secara real time.
Tujuan utama JISDOR adalah untuk menyediakan referensi harga pasar yang representatif bagi transaksi spot USD/IDR di pasar valuta asing Indonesia.
JISDOR mulai diterbitkan sejak 20 Mei 2013 dan datanya tersedia untuk setiap hari kerja.
Apabila tidak ada data transaksi spot antarbank selama rentang waktu yang ditetapkan, perhitungan JISDOR akan menggunakan rata-rata tertimbang kurs transaksi pukul 10.00 – 16.00 WIB hari kerja sebelumnya.
Ini menunjukkan mekanisme Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan data kurs referensi.
Kurs Mata Uang Asing Lainnya
Selain dolar AS, BCA juga merilis E-Rate untuk mata uang utama lainnya:
- Dolar Singapura (SGD): Beli Rp 14.035,95, Jual Rp 14.072,64.
- Euro (EUR): Beli Rp 20.725,98, Jual Rp 20.787,51.
- Dolar Australia (AUD): Beli Rp 12.627,81, Jual Rp 12.677,19.
- Poundsterling Inggris (GBP): Beli Rp 24.193,54, Jual Rp 24.256,91.
- Yen Jepang (JPY): Beli Rp 114,17, Jual Rp 114,55.
Data dari KursDollar.org juga mengindikasikan bahwa Dolar Singapura (SGD) turut mengalami penurunan.
Kurs beli SGD tercatat Rp 13.960,10 (turun 47,63 poin) dan kurs jual Rp 14.104,81.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Kurs Rupiah
Pergerakan kurs rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Kebijakan moneter Bank Indonesia, seperti keputusan suku bunga acuan (BI Rate), menjadi salah satu penentu utama.
Selain itu, sentimen pasar global, data ekonomi Amerika Serikat, harga komoditas, dan arus modal asing juga turut memberikan tekanan atau dukungan terhadap nilai tukar rupiah.
Meskipun data yang tersedia hari ini menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil dengan sedikit penurunan untuk dolar AS dan dolar Singapura di beberapa platform, pelaku pasar tetap disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan domestik secara cermat.
Fluktuasi kecil dapat menjadi indikator awal tren yang lebih besar di kemudian hari.
Sebagai contoh, Investing.com pernah melaporkan pada Mei 2026 bahwa rupiah melemah setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara tak terduga mengundurkan diri.
Kejadian seperti ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap berita-berita fundamental.
Namun, untuk hari ini, 4 Agustus 2026, data yang ada lebih menyoroti pergerakan angka-angka transaksi harian.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pada 4 Agustus 2026, kurs rupiah menunjukkan pergerakan yang terukur.
Dengan dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 18.000-an baik di bank komersial maupun referensi Bank Indonesia, stabilitas relatif tetap terjaga.
Namun, dengan adanya sedikit penurunan yang dilaporkan oleh beberapa sumber untuk USD dan SGD, kewaspadaan tetap diperlukan.
Informasi ini penting bagi eksportir, importir, investor, dan masyarakat umum untuk membuat keputusan finansial yang tepat.
Tetap ikuti pembaruan dari sumber-sumber terpercaya untuk informasi kurs valuta asing terkini.





