PortalMaduracom— Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersiap menggenjot sektor perekonomian regional melalui rencana pembangunan kawasan industri baru di Kabupaten Bangkalan, Madura. Proyek strategis ini ditargetkan mulai masuk tahap pembangunan fisik pada awal tahun depan.
Rencana besar tersebut dimatangkan dalam agenda audiensi antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional, Akhmad Ma’ruf Maulana, yang turut didampingi oleh delegasi investor asal Dubai dan Tiongkok. Pertemuan penting itu berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (14/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan secara mendalam kesiapan infrastruktur serta perizinan guna memastikan proyek berjalan lancar. PT Wiraraja Madura Internasional menyatakan komitmen penuh untuk mempercepat realisasi pembangunan, menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang telah dilakukan pada awal Agustus 2026 lalu.
Gubernur Khofifah menyambut baik komitmen konkret dari para investor global tersebut. Menurutnya, kehadiran kawasan industri baru ini tidak hanya akan mendongkrak perekonomian lokal Madura, tetapi juga memperkuat posisi strategis perekonomian nasional melalui kolaborasi erat dengan mitra internasional.
“Jadi dari Wiraraja Madura menyiapkan untuk bisa langsung membangun di awal tahun 2027. Ini memperlihatkan komitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mitra-mitra dari negara tetangga,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Senin (14/9/2026).
Dengan adanya kawasan industri baru di Bangkalan ini, Pemprov Jatim optimis dapat membuka lebih banyak lapangan kerja baru, menarik investasi asing yang lebih masif, serta meratakan pertumbuhan ekonomi di kawasan selingkar Madura.





