portalmadura.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi resmi terkait cuplikan video viral di media sosial yang mengklaim adanya penemuan sesar atau patahan aktif baru di wilayah Surabaya dan Madura. BMKG menegaskan bahwa keberadaan struktur patahan tersebut memang tergolong aktif, namun bukan merupakan sesar yang baru ditemukan.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa pemetaan jalur patahan aktif di kawasan Surabaya hingga Madura sebenarnya telah tercatat resmi dalam dokumen kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) sejak tahun 2017 dan mengalami pemutakhiran data pada tahun 2024.
“Suatu patahan dikategorikan sebagai sesar aktif apabila sudah terdaftar dalam buku Pusgen. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu panik atau cemas berlebihan merespons informasi tersebut,” tegas Ricko saat memberikan keterangan pada Selasa (8/9/2026).
Ricko menekankan bahwa pemublikasian kajian potensi bencana geologi oleh para pakar seismologi bukan bertujuan memicu rasa takut atau kepanikan publik. Sebaliknya, informasi ilmiah tersebut ditujukan untuk membangun literasi edukatif serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang bermukim di wilayah rawan gempa bumi.
Hingga saat ini, belum ada teknologi maupun pemodelan sains di dunia yang mampu memprediksi waktu terjadinya gempa bumi secara presisi sebelum peristiwa berlangsung. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas diri serta pemahaman mitigasi bencana—baik sebelum, saat, maupun sesudah gempa—menjadi kunci utama mitigasi keselamatan.
Isu mengenai jalur patahan ini mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun sosial media @gempa_dan_cuaca. Dalam narasi videonya, pengunggah mengklaim Surabaya memiliki jalur patahan aktif baru yang melintasi sejumlah area pemukiman. Video tersebut menarik perhatian luas hingga ditonton lebih dari 497 ribu kali dan memicu beragam respons warganet.
BMKG kembali mengimbau masyarakat untuk selalu menyaring informasi dari sumber resmi terpercaya, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi sensasional seputar potensi bencana alam.





