portalmadura.com — Tim nasional Argentina tampil perkasa dan sukses melibas Burkina Faso dengan skor telak 7-0 dalam laga persahabatan internasional yang digelar di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Minggu (4/10/2026). Kemenangan besar ini diwarnai oleh drama perjalanan luar biasa yang dialami oleh tim tamu.
Burkina Faso harus melakoni pertandingan tersebut dalam kondisi yang jauh dari kata ideal. Pasalnya, skuad berjuluk Les Etalons itu baru tiba di Buenos Aires sekitar lima jam sebelum kick-off akibat kendala transportasi yang berat.
Tampil dominan sejak menit awal, pesta gol tim Tango dicetak oleh enam pemain berbeda, yakni Lautaro Martinez, Gianluca Prestianni, Nico Paz, Julian Alvarez, Franco Mastantuono, dan Giuliano Simeone. Satu gol tambahan bagi tuan rumah lahir melalui gol bunuh diri pemain Burkina Faso, Moumoune Diallo.
Kendala Perjalanan dan Pengorbanan Tim Tamu
Berdasarkan laporan, Burkina Faso awalnya merencanakan penerbangan privat dari Maroko menuju Argentina. Namun, rencana tersebut batal total akibat masalah teknis mendadak pada pesawat carteran.
Situasi tersebut memaksa para pemain dan staf menjalani perjalanan darat dan udara alternatif hingga memakan waktu total 11 jam. Setibanya di Argentina, mereka praktis tidak memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum harus menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah.
Kendala logistik ini juga berdampak pada komposisi skuad. Sejumlah pemain senior memilih mundur akibat kelelahan yang ekstrem, sehingga Burkina Faso terpaksa mengandalkan para pemain muda minim pengalaman untuk turun bertanding di Stadion Monumental.
Apresiasi dari Lionel Scaloni
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memberikan apresiasi tinggi kepada kubu Burkina Faso yang tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk hadir dan menyelesaikan pertandingan meski dalam situasi yang sangat sulit.
“Apa yang telah dilakukan tim nasional Burkina Faso benar-benar patut diapresiasi. Hal itu mengangkat nilai sepak bola,” puji Scaloni selepas pertandingan.
Senada dengan Scaloni, agen pertandingan FIFA Jairo Pachon turut memuji respons cepat dari federasi dan pemerintah Burkina Faso. Menurutnya, berbagai pihak telah berupaya keras mencari solusi darurat agar negara mereka tetap dapat terwakili dan memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para pemain mudanya di kancah internasional.





