portalmadura.com — Kontingen Indonesia resmi menutup perjuangan mereka di ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan catatan gemilang. Hingga hari terakhir kompetisi pada Minggu (4/10/2026), tim Merah Putih sukses mengamankan total 39 medali.
Perolehan tersebut terdiri atas lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 klasemen akhir. Capaian lima medali emas ini sekaligus sukses melampaui target awal yang ditetapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, yakni sebanyak empat medali emas.
Chef de Mission (CdM) Indonesia, Todotua Pasaribu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan seluruh atlet yang tampil maksimal di tengah ketatnya persaingan tingkat Asia.
“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua di Rumah Indonesia pada Sabtu (3/10/2026).
Pecah Rekor dan Sejarah Baru
Keberhasilan kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya juga dihiasi oleh sejumlah prestasi monumental dan pemecahan rekor dunia serta Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat Erwin, sukses mencetak rekor dunia di kelas 75 kilogram dengan total angkatan fantastis mencapai 366 kilogram.
Prestasi membanggakan lainnya datang dari cabang panjat tebing lewat Desak Made yang membukukan rekor Asia pada nomor women speed dengan catatan waktu 6,062 detik. Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifa mempersembahkan medali emas pertama sepanjang sejarah bagi cabang olahraga panahan Indonesia.
Tim bulutangkis putra Indonesia juga turut mencatatkan sejarah penting dengan mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali merengkuh medali emas Asian Games, setelah sukses menumbangkan China di partai final.
Evaluasi dan Apresiasi
Todotua mengungkapkan bahwa seluruh dinamika dan proses perjuangan kontingen selama di Jepang akan disusun menjadi laporan resmi. Dokumen evaluasi ini nantinya akan diserahkan kepada National Olympic Committee (NOC) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai acuan untuk perkembangan industri olahraga nasional ke depan.
Kinerja tim CdM dan jajarannya pun mendapat pengakuan positif dari berbagai pengurus cabang olahraga, termasuk Ketua Umum PB PABSI, Rosan Roeslani, yang memuji respons cepat dan dukungan maksimal yang diberikan kepada para atlet selama bertanding di Jepang.





