portalmadura.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, mengalami koreksi yang cukup signifikan. Sempat dibuka di zona hijau pada awal sesi pagi, indeks saham nasional akhirnya harus parkir di zona merah akibat tekanan jual yang cukup kuat dari pelaku pasar.
Berdasarkan data perdagangan bursa per Senin (12/10/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 2,59 persen atau terpangkas 157,61 poin ke level 5.936,14. Sepanjang hari perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi harian di posisi 6.128,72 serta level terendah harian pada kisaran 5.917,39.
Faktor Pemicu Pelemahan IHSG
Analis pasar modal mencatat bahwa tekanan eksternal serta aksi ambil untung oleh investor turut memengaruhi jalannya bursa domestik. Sentimen kehati-hatian investor terhadap dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar turut memberikan sentimen negatif bagi laju saham-saham berkapitalisasi besar.
Meskipun dibuka menguat pada awal perdagangan pagi hari berkat dorongan teknikal, derasnya aksi jual pada sesi perdagangan selanjutnya membuat IHSG gagal mempertahankan posisinya dan tergelincir ke bawah level psikologis 6.000.
Prospek dan Imbauan Investor
Melihat kondisi pasar yang fluktuatif, para pelaku pasar dan investor ritel diimbau untuk tetap mencermati fundamental emiten serta menerapkan strategi manajemen risiko yang cermat dalam mengambil keputusan investasi.
Dapatkan informasi terbaru seputar ekonomi, pasar modal, dan berita terpercaya lainnya setiap hari hanya di portalmadura.com.





