portalmadura.com, JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpangkas signifikan pada penutupan perdagangan Senin (12/10/2026). Sentimen negatif merebak setelah beredar spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai potensi sanksi denda dari MSCI atau regulator bursa terhadap emiten yang terafiliasi dengan Grup Prajogo Pangestu.
IHSG mengakhiri sesi perdagangan sore ini dengan penurunan sebesar 2,59% atau merosot ke level 5.936. Tekanan terhadap indeks telah terasa sejak pertengahan sesi kedua, di mana IHSG sempat terkoreksi hingga lebih dari 166 poin (2,74%) ke level 5.928 sebelum menutup perdagangan.
Rumor terkait denda MSCI tersebut mencuat akibat tingginya konsentrasi kepemilikan pemegang saham serta pergerakan harga saham emiten terkait sebelum pihak MSCI menerapkan kebijakan pembekuan (freeze) pada penyesuaian ulang (rebalancing) indeks untuk konstituen saham dari Indonesia.
Pelemahan IHSG sepanjang hari ini didorong oleh penurunan tajam pada deretan saham berkapitalisasi besar, terutama dari kelompok usaha Prajogo Pangestu dan beberapa saham unggulan lainnya.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia, berikut adalah 10 saham penekan utama (laggard) indeks pada perdagangan hari ini:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): membebani IHSG sebesar 12,93 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): membebani IHSG sebesar 12,11 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): membebani IHSG sebesar 8,68 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN): membebani IHSG sebesar 7,41 poin
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): membebani IHSG sebesar 5,57 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): membebani IHSG sebesar 5,03 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): membebani IHSG sebesar 4,97 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA): membebani IHSG sebesar 4,90 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): membebani IHSG sebesar 4,67 poin
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): membebani IHSG sebesar 4,61 poin
Koreksi tajam ini menekan pergerakan saham domestik dan menempatkan IHSG kembali ke bawah level psikologis 6.000 hingga akhir sesi perdagangan.




