Harga Perak Antam Hari Ini 14 Oktober 2026: Anjlok ke Level Rp39.700 per Gram

Avatar of PortalMadura.com

portalmadura.com – Harga perak murni batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak awal pekan, seiring dengan pergerakan harga perak di pasar global.

Berdasarkan pantauan langsung dari laman resmi Logam Mulia pada Rabu pagi, harga perak Antam terpangkas sebesar Rp600 per gram. Dengan penurunan ini, harga perak Antam kini bertengger di posisi Rp39.700 per gram, merosot dari harga perdagangan hari Selasa, 13 Oktober 2026, yang sebelumnya berada di level Rp40.300 per gram.

Daftar Harga Perak Antam Murni Per Pecahan

PT Aneka Tambang Tbk menyediakan perak murni dalam berbagai pilihan ukuran berat. Berikut adalah rincian harga dasar serta harga akhir perak Antam murni yang telah memperhitungkan PPN sebesar 11 persen pada 14 Oktober 2026:

  • Perak 250 gram:
    • Harga Dasar: Rp10.325.000
    • Harga Termasuk PPN (11%): Rp11.460.750
  • Perak 500 gram:
    • Harga Dasar: Rp19.850.000
    • Harga Termasuk PPN (11%): Rp22.033.500

Penyebab Penurunan dan Informasi Pajak

Koreksi harga perak Antam di dalam negeri sebagian besar dipengaruhi oleh pelemahan harga perak spot di pasar internasional. Selain faktor pasar global, calon pembeli perak Antam juga disarankan untuk memperhatikan ketentuan perpajakan nasional yang berlaku saat bertransaksi di Butik Logam Mulia.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, setiap pembelian logam mulia dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen. Konsumen dianjurkan membawa dokumen identitas resmi seperti NIK atau NPWP untuk memastikan kelancaran administrasi perpajakan saat melakukan pembelian secara langsung maupun daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses