portalmadura.com – Aktivitas sesar aktif kembali memicu guncangan gempa bumi tektonik di wilayah Jawa Barat[cite: 1]. Wilayah Sukabumi dan Bogor diguncang gempa bumi dangkal berturut-turut sebanyak dua kali pada Kamis (15/10/2026) sore mulai pukul 17.49 WIB[cite: 1].
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rentetan gempa ini memiliki kekuatan masing-masing magnitudo 3,5 dan magnitudo 4,1[cite: 1]. Kedalaman pusat gempa yang terbilang dangkal membuat getarannya dirasakan nyata oleh masyarakat setempat[cite: 1].
Rincian Titik Pusat dan Kedalaman Gempa
Plt Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktaviani, menjelaskan rinci parameter hasil analisis gempa[cite: 1]:
- Gempa Pertama (M 3,5): Terjadi pada koordinat 6,73 LS dan 106,61 BT, berlokasi di darat sekitar 25 kilometer arah utara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 9 kilometer[cite: 1].
- Gempa Kedua (M 4,1): Berada pada koordinat 6,73 LS dan 106,60 BT, tepatnya berlokasi di darat sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor pada kedalaman 5 kilometer[cite: 1].
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Ana Oktaviani dalam keterangannya[cite: 1].
Aktivitas Gempa Susulan dan Kondisi Lapangan
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 18.40 WIB merekam adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan magnitudo 2,4[cite: 1].
Meskipun masyarakat sempat terkejut dengan guncangan tersebut, pihak BMKG memastikan tidak ada dampak kerusakan fisik akibat fenomena alam ini[cite: 1]. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa bumi tersebut,” pungkas Ana[cite: 1].
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu mengakses informasi kebencanaan resmi dari BMKG[cite: 1].
Pantau terus pembaruan informasi kebencanaan dan berita terkini Jawa Barat hanya di portalmadura.com.



