PORTALMADURA.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (27/10/2026) di zona merah. Indeks saham domestik dibuka melemah sebesar 0,28 persen atau berkurang 15,12 poin ke posisi 5.357,97. Tekanan pada rupiah serta aksi jual investor menjadi faktor penahan laju IHSG pada sesi pembukaan.
Berdasarkan data transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG bergerak pada rentang 5.356,99 hingga 5.368,22. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi di awal sesi mencapai 518,5 juta saham dan nilai transaksi menembus Rp196,5 miliar.
Pelemahan indeks pada pagi ini melanjutkan tren negatif dari hari perdagangan sebelumnya. Pada Senin (26/10/2026), IHSG ditutup merosot 1,22 persen ke level 5.373,09 akibat tertekannya sektor infrastruktur, teknologi, dan energi. Depresiasi mata uang rupiah yang menembus Rp18.127 per dolar AS turut memperberat pergerakan pasar saham.
Analisis Sentimen dan Proyeksi Pasar
Analis pasar keuangan menilai pergerakan IHSG sepanjang hari ini masih berpotensi mengalami tekanan dan bergerak konsolidasi (*sideways*) pada rentang 5.280 hingga 5.450. Ketidakpastian moneter global menjelang pengumuman suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir Oktober turut membuat investor bersikap lebih waspada.
Kendati demikian, penguatan bursa saham AS (Wall Street) dan kenaikan harga sejumlah komoditas utama berpeluang menahan koreksi pasar lebih dalam. Rilis laporan keuangan emiten kuartal III-2026 juga diprediksi menjadi katalis penggerak sektoral di pasar reguler.
Bagi para investor dan pelaku pasar modal yang menginginkan kabar ekonomi tepercaya serta rekomendasi pasar terkini, ikuti terus pembaruannya hanya di portalmadura.com.




