PortalMadura.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri tren penguatannya dan ditutup tertekan pada perdagangan awal pekan, Senin (26/10/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah sebesar 66,16 poin atau turun 1,22 persen ke posisi 5.373,09. Penurunan ini menghentikan reli positif indeks yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut sejak pekan lalu.
Pelemahan indeks sudah terlihat sejak pertengahan sesi pertama. Meskipun sempat dibuka naik ke level 5.442,30 dan menyentuh titik tertinggi harian di 5.453,65 pada awal perdagangan, tekanan jual mendadak yang membesar memicu IHSG berbalik arah hingga sempat menyentuh level terendah harian di 5.349,75.
Seluruh Sektor Terkoreksi, Infrastruktur Jatuh Paling Dalam
Pelemahan IHSG kali ini bersifat merata. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham yang tercatat di bursa kompak berakhir di zona merah.
Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi paling dalam mencapai 2,47 persen. Sektor energi dan teknologi juga menyumbang tekanan besar bagi indeks setelah masing-masing tergelincir sebesar 2,36 persen dan 2,06 persen.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan memperlihatkan dominasi aksi jual. Sebanyak 520 saham ditutup melemah, sementara hanya 161 saham yang berhasil menguat, dan 112 saham sisanya bergerak stagnan. Total transaksi harian mencapai Rp15 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,81 juta kali transaksi dan volume saham berpindah tangan mencapai 36,96 miliar lembar.
Top Gainers dan Losers Hari Ini
Di jajaran emiten top losers atau pencetak penurunan terbesar, saham PT Garuda Metalindo Tbk (GRPM) menempati posisi teratas setelah jatuh 9,30 persen. Posisi ini disusul oleh SOFA yang terkoreksi 8,72 persen serta MGLV yang tergerus 7,72 persen.
Sementara itu, di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Emiten top gainer dipimpin oleh saham KREN yang melesat 26,67 persen, diikuti ANDI yang menguat 25 persen, serta TMPO yang melambung 19,62 persen.
Pengaruh Sentimen Eksternal dan Suku Bunga Global
Analisis pasar menunjukkan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor menanti kejelasan arah kebijakan moneter global. Pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dijadwalkan pada 29 Oktober WIB.
Di samping itu, dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global turut membayangi pergerakan bursa saham kawasan Asia yang ditutup bervariasi.
Diterbitkan oleh portalmadura.com — Sumber data resmi statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).





