Harga Minyak Dunia Melemah Terdampak Harapan Damai Timur Tengah, Pergerakan Tertahan Eskalasi Konflik!

Avatar of PortalMadura.com
Harga Minyak Dunia Melemah Terdampak Harapan Damai Timur Tengah, Pergerakan Tertahan Eskalasi Konflik!

PORTALMADURA.COM – Harga minyak mentah dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026), sekaligus menghentikan tren penguatan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Koreksi harga ini dipicu oleh tumbuhnya harapan pasar terhadap kelanjutan perundingan damai di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran ancaman pasokan energi global.

Berdasarkan data perdagangan pukul 01.32 GMT, kontrak berjangka minyak mentah Brent terpangkas 82 sen atau 0,7 persen ke level 114,50 dolar AS per barel. Penurunan serupa dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang merosot 1,04 dolar AS atau 1,0 persen menjadi 101,74 dolar AS per barel, berbalik arah dari perdagangan Rabu sebelumnya yang sempat menguat hingga 3 persen.

Peluang pelonggaran harga mengemuka setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, berupaya merintis kembali jalur negosiasi damai melalui surat resmi kepada Kepala Dewan Keamanan Iran, Mohsen Rezaei. Di sisi lain, mediator Qatar turut menyodorkan draf kesepakatan damai baru guna mengakhiri eskalasi konflik dengan AS dan Israel.

“Tekanan jual mendominasi di tengah ekspektasi bahwa perundingan perdamaian dapat kembali dilanjutkan,” ujar Yuki Takashima, ekonom di Nomura Securities, Kamis.

Ruang Pelemahan Tertahan Eskalasi Kelompok Houthi

Kendati demikian, Takashima menjelaskan bahwa ruang pelemahan harga minyak masih tertahan oleh kekhawatiran atas eskalasi serangan kelompok Houthi serta potensi aksi militer lanjutan. Ketegangan semakin meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat rudal balistik kiriman Houthi ke wilayah timur kerajaan sehari setelah kelompok tersebut membombardir Bandara Aden di Yaman.

Selain itu, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh data fundamental pasokan dari Badan Informasi Energi AS (EIA). Tercatat adanya penarikan stok minyak mentah komersial sebesar 1,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 23 Oktober 2026, yang bertolak belakang dengan proyeksi analis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses