PortalMadura.Com, Sumenep – Prosesi penetapan “Hari Festival Musik Saronen” di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditandai dengan pemberian santunan secara simbolis kepada dua anak yatim oleh Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik.
Dua anak yatim itu, Safirullah dan Rosyifah, asal Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep dan dilanjutkan dengan penyerahan ‘Penjung’ kepada ‘Tandheng Lakek’ Saronen Sumenep, Risdum asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, yang didampingi ‘Tandheng binik’ Ismayanti.
Keduanya menggunakan pakaian adat masyarakat Sumenep, yakni sakera dan marlena. Setelah ‘penjung’ dileher, musik saronen mengiringi keduanya mempersembahkan ‘Tandheng’ dengan gerakan yang lazimnya diperagakan pada saat musik saronen.
Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik mengatakan, musik saronen merupakan kekayaan budaya Sumenep yang perlu terus dilestarikan. “Kamu juga sependapat kalau ditetapkan sebagai salah satu ikon budaya Sumenep,” tandasnya.
Acara yang ditempatkan di Depan Rumah Dinas Bupati Sumenep, Jl. Panglima Sudirman tersebut kerjasama dengan Disbudparpora Sumenep dalam rangkaian peringatan hari jadi Sumenep ke 746 tahun 2015 dan HUT ke 2 PortalMadura.Com.
Didukung MH Said Abdullah, PWI Sumenep, HCML dan SKK Migas serta Ikatan Duta Kampus Unija Sumenep.
Hadir dalam acara tersebut, Sekda Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto dan sejumlah anggota forum pimpinan daerah (Forpimda) dan sejumlah pimpinan SKPD.(fir/har)