oleh

Air Rebusan Mi Instan Bahaya Bagi Kesehatan, Hoak atau Fakta?

PortalMadura.Com – Kebanyakan orang percaya bahwa air rebusan mi instan mengandung zat lilin yang berbahaya bagi tubuh. Tidak heran jika banyak orang yang rela membuang air rebusan tersebut karena takut berbahaya untuk kesehatan.

Mereka beranggapan bahwa mi instan bisa tahan lama lantaran menggunakan lilin tersebut. Tapi, tahukah Anda bahwa anggapan tersebut sebenarnya tidaklah benar?.

Dilansir PortalMadura.Com Jumat (10/3/2017), pada laman liputan6.com, Nutrition and Health Science manager dari Nutrifood Research Center, Astri Kurniati S.T MAppSc menanggapi hal tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan penggunaan lilin dalam mi instan dalam proses produksi.

“Mi instan mengandung lilin itu mitos. Kami melihat, dalam proses produksi nggak ada bahan lilin. Adonan yang dibuat seperti terigu, telur dan sebagainya dicetak kemudian digoreng sampai kering. Kenapa digoreng? Itulah yang membuat mi bisa tahan lama hingga berbulan-bulan,” kata Astri.

Menurut Astri, sedangkan air yang keruh setelah merebus mi instan itu disebabkan oleh pelepasan sebagian pati dan lemak dari proses menggoreng mi. Inilah yang membuat mi instan kaya lemak jenuh sehingga tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Disamping mitos masyarakat tersebut, ada hal yang justru menarik dari air rebusan mie instan. Dalam buku 101 Mitos Kesehatan disebutkan bahwa ada cara mengonsumsi mi instan agar menjadi lebih sehat. Pertama, kurangi penggunaan bumbu mi untuk mengurangi asupan garam harian. Kedua, konsumsi mi instan dengan banyak sayuran seperti sawi atau bayam. Ketiga, padankan mi instan dengan protein seperti telur. Selebihnya, pilih mi instan yang di-oven (air dried), bukan digoreng. (liputan6.com/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE