oleh

AKP Musa Bakhtiar Ardani Ternyata Mantan Loper Koran

PortalMadura.Com, Sumenep – Tak banyak yang mengetahui, jika Kasat Lantas Polres Sumenep, Madura, AKP Musa Bakhtiar Ardani., S.Sos., M.M, pernah menjadi loper koran ternama, pada saat menempuh sekolah menengah pertama (SMP) di Ngawi, Jawa Timur.

Pria ini, mengantarkan koran kepada 140 orang pelanggan harian, dan ditambah 75 orang yang hanya langganan pada hari minggu. Pekerjaan yang dirasa menyenangkan itu, dijalani setiap pagi sebelum jam sekolah selama 2 tahun. Kala itu, Musa Bakhtiar akrab disapa Bakhtiar oleh teman-temannya.

“Menjadi loper koran itu, saya jalani sejak kelas 1 sampai kelas 2 SMP. Mau naik ke kelas 3 baru berhenti, karena lebih fokus pada persiapan menghadapi ujian nasional,” terang Musa Bakhtiar, pada PortalMadura.Com, Minggu (31/5/2015).

Yang sangat terkesan, kata Musa Bakhtiar, ketika hendak menjajakan koran di area terminal Ngawi. Ia sempat dilarang karena bukan komunitas pedagang terminal. Sehingga, terpaksa menjual koran di pinggir jalan dan sejumlah tempat strategi lainnya di kota penghasil kripik tempe tersebut.

Penghasilan dari menjual koran, ia tabung hingga mampu membeli sepeda ontel. Sebenarnya, ia tidak kekurangan untuk biaya sekolah, maupun biaya hidup selama menempuh pendidikan. Namun, sejak kecil sudah ditanamkan kemandirian dan disiplin oleh bapaknya yang bertugas di tentara dengan pangkat terakhir letkol dan ibundanya sebagai guru sekolah dasar.

Ia mengaku tidak pernah merasa malu atau gengsi menjadi loper koran waktu itu. Bahkan, para pelanggannya banyak dari orang tua teman sekolahnya. “Saya tahu kalau orang tua teman, pada saat mengantarkan koran, yang menerima kok teman sekolah,” katanya.

Dengan modal jujur dan tepat waktu, profesi loper koran juga mampu menyedot perhatian salah seorang pejabat kaya di kota Ngawi. Ia ditawari untuk dijadikan anak angkat. “Ketika dijelaskan siapa orang tua saya, beliau tambah kagum,” terangnya, tanpa menyebutkan identitas pejabat dimaksud.

Pria ini juga tergolong peserta didik yang mempunyai kualitas prestasi yang luar biasa. Meski sibuk dengan jualan koran, ia yang menempu pendidikan di SMPN 1 Ngawi, juga berhasil masuk di SMA favorit di kota itu, yakni SMAN 2 Ngawi. Siswa yang bisa masuk di sekolah tersebut, hanya peserta didik yang mempunyai nilai diatas rata-rata (nilai ebtanas murni).

Sementara, Demitano Yaputro yang pernah menjadi agen koran di Ngawi membenarkan jika Musa Bakhtiar pernah menjadi loper koran. “Iya, memang pernah menjadi karyawan saya. Waktu itu, saya buka usaha disana (Ngawi,red). Tapi, sekarang saya sudah pindah usaha,” kata Jemy, sapaan akrab Demitano Yaputro, via telepon.

Diakui, Musa Bakhtiar sosok pekerja keras, disiplin dan jujur serta tidak pernah menundah setoran pembayaran koran. “Pembayaran gak pernah nunggak, anaknya baik,” terang Jemy asal Bojonegoro ini.(Hartono)



Dapatkan Aplikasi PortalMadura.com

aplikasi portal madura
Loading...
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.