Aksi Tolak Kenaikan Iuran BPJS Ricuh, Lima Mahasiswa ‘Digelandang’ Polisi

Avatar of PortalMadura.com
Aksi Tolak Kenaikan Iuran BPJS Ricuh, Lima Mahasiswa Digelandang Polisi
Salah satu mahasiswa yang menggelar demo tolak kenaikan iuran BPJS di depan kantor DPRD Kabupaten Sampang, Kamis (5/9/2019) 'digelandang' polisi (Foto: Rafi)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sampang – Sedikitnya lima aktivis mahasiswa ‘digelandang’ aparat kepolisian di Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Mereka menggelar aksi menolak kenaikan iuran BPJS di depan kantor DPRD Sampang. Kelima mahasiswa tersebut dibawa polisi ke halaman kantor dewan.

Ketua Pengurus Cabang PMII Sampang, Rohman menyebutkan, jika lima mahasiswa yang diamankan polisi, salah satunya kader pergerakan dan aktivis.

“Tiga mahasiswa PMII dan dua mahasiswa dari GMNI,” terangnya.

Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Sulardi, mengaku telah mengembalikan lima mahasiswa yang sempat diamankan.

“Mereka sudah dikembalikan kepada teman-teman mahasiswa. Jadi, tidak ada yang ditahan,” terangnya.

Massa aksi tersebut berasal dari aktivis PMII dan GMNI Sampang.

Baca Juga:  Al Miftah Menang 4-0 atas Sumber Payung, Liga Santri KSAD 2022

Pantauan di lapangan, kericuhan bermula saat mahasiswa meminta agar semua anggota dewan keluar untuk menemui mereka.

Namun, saat situasi memanas, hanya beberapa anggota dewan yang menemui peserta aksi. Mahasiswa yang terpantau tidak puas berusaha menerobos pagar pengamanan aparat kepolisian, aksi saling dorong tidak terhindarkan.(*)

https://portalmadura.com/berlangsung-ricuh-mahasiswa-demo-tolak-kenaikan-iuran-bpjs-207346


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.