oleh

Akun Facebook Mathur Diadukan ke Polres Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Akun facebook bernama Mathur dilaporkan ke Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pelapor mengatasnamakan Tim Media Simpatisan Bupati Bangkalan (TMSBB)dan Jaringan Santri Bangkalan (JSB).

Status pada laman facebook yang dinilai melecehkan nama baik Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron dan kaum santri, sebagai berikut :

“Mulai tercium aroma jual-beli jabatan di Bangkalan…
Belum satu tahun menjabat udah kek gini, Bupatinya Santri loh!!!
Bolehlah bilang, “saya tidak tahu apa2, itu perbuatan oknum…”
#bupatibonekayakekginijadinya”.

Status tersebut diunggah tanggal 11 Februari 2019, pukul 09.45 WIB.

Pelapor menunjukkan tanda bukti surat pengaduan dari Polres Bangkalan

Ketua TMSBB, Amir Hamzah dalam rilisnya menyampaikan, status facebook tersebut diduga melakukan fitnah atau memuat berita bohong (hoaks).

Menurutnya, status tersebut melecehkan seorang bupati yang merupakan seorang pemimpin serta berisi dugaan ujaran penghinaan terhadap santri.

“Memang kita melaporkan akun atasnama Mathur ke Polres Bangkalan. Kita sudah menerima tanda buktinya. Tapi masih belum ada penerbitan LP. Alasan kepolisian akan diteliti berdasarkan ahli bahasa,” terangnya, Jumat (15/2/2019).

“Saya tahu dan kenal bupati itu adalah seorang yang baik. Jadi, kami tidak terima saja kalau beliau diperlakukan seperti itu,” ucapnnya.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Wiji Santoso membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya memang benar ada laporan mas. Lengkapnya Anda langsung konfirmasi ke Kasat Reskrim,” katanya.

Sementara, pemilik akun Mathur mengaku belum menerima pemberitahuan atau panggilan dari Polres Bangkalan.

“Sebagai WNI saya akan ikuti proses hukumnya, selama bisa dibuktikan di pengadilan apa yang mereka tuduhkan/laporkan saya siap hadapi,” katanya pada PortalMadura.Com.

Namun, bila tidak terbukti dan dirinya merasa dirugikan, juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal yang sama.

“Saya akan melakukan hal yang sama, sebagai pendidikan dan pembelajaran bersama,” ujarnya.

Penulis : Imron
Editor : Agnes Hafilda Kusuma

Komentar