PortalMadura.com

Alat Musik Produksi Indonesia Berjaya di AS

  • Kamis, 8 Februari 2018 | 16:03
Alat Musik Produksi Indonesia Berjaya di AS
Ilustrasi (Foto. from Francisco Rivera - reverb.com)
Loading...

PortalMadura.Com – Gitar dan penguat suara asal Indonesia Berjaya di National Association of Music Merchants (NAMM) Show 2018, akhir bulan lalu di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat (AS).

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A Budiman mengatakan, transaksi yang berhasil dibukukan mencapai USD 1,5 juta dan akan bertambah karena beberapa buyer masih bernegosiasi.

“Ini pertama kali Indonesia berpartisipasi dalam The NAMM Show dan transaksinya sudah besar,” ujar Antonius dalam siaran persnya Kamis (8/2/2018).

Indonesia menampilkan merek Stephallen Guitars, iVee Guitars, dan Sugar Amp. Stephallen Guitars menampilkan Neoclassic Series, Roadstar, dan juga The Apoda Headless Signature Series.

Menurut Antonius, Indonesia adalah negara asal alat musik telah dikenal reputasinya dalam memproduksi alat musik merek dunia dengan skema Original Equipment Manufacturer (OEM).

Dalam skema OEM, alat musik Indonesia dikemas dengan merek dunia seperti seperti Ibanez, Fender, Cort, dan Wild Custom.

Menurut Antonius, The NAMM Show merupakan pameran alat musik terbesar terbesar di dunia. Ajang ini merupakan tempat berkumpulnya industri produk alat musik, suara, dan teknologi global yang berasal dari 139 negara dengan potensi daya beli lebih dari USD10 miliar.

“Alat musik produksi Indonesia nantinya tidak hanya sebagai sumber merek AS, namun mengangkat mereknya sendiri di pasar AS,” ungkap Antonius.

Pada periode Januari-Oktober 2017 ekspor alat musik Indonesia ke AS meningkat sekitar 19,93 persen atau sekitar USD133,8 juta dibanding periode yang sama pada 2016. Namun, untuk produk penguat suara mengalami penurunan sebesar 17,45% atau sebesar USD 60,9 juta pada periode Januari-Oktober 2017 dibanding periode yang sama 2016.

Saat ini, China menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar 41,58 persen atau USD 442,8 juta pada periode Januari-Oktober 2017.

Pada periode yang sama, Jepang berada di peringkat ke-3 dengan nilai USD 133,8 juta, diikuti Meksiko di peringkat ke-4 dengan nilai USD 61,7 juta.

Indonesia menempati urutan ke-8 pada 2015 kemudian menjadi urutan ke-6 pada 2016, menyaingi Jerman dan Taiwan. Akan tetapi pada periode Januari-Oktober 2017 kembali di urutan ke-8.(AA)

Advertisement
banner300x250

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional