portalmadura.com – Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) Anthropic secara resmi meluncurkan model terbarunya, Claude Sonnet 5.5, pada Senin, 28 September 2026[cite: 3]. Model kelas menengah ini hadir untuk menggantikan versi pendahulunya, Sonnet 5, yang dirilis pada Juni 2026[cite: 3].
Dalam jajaran portofolio produknya, Anthropic menempatkan Sonnet di posisi kelas menengah di bawah model Opus yang berukuran lebih besar, serta di atas model Haiku[cite: 3]. Melalui pembaruan ini, Anthropic mengeklaim bahwa Sonnet 5.5 menjadi model yang paling tangguh untuk menangani tugas-tugas harian dengan ruang lingkup yang jelas[cite: 3].
Keunggulan dan Peningkatan Performa
Claude Sonnet 5.5 dibekali kemampuan mumpuni untuk berbagai pekerjaan produktif, mulai dari memperbaiki bug perangkat lunak, menyusun dokumen, hingga merancang spreadsheet dan slide presentasi yang rapi[cite: 3]. Berdasarkan pengujian awal, model AI ini dinilai mampu menyusun tulisan dengan lebih jelas serta bekerja jauh lebih cepat untuk tugas-tugas ringan[cite: 3].
Selain itu, Anthropic menyatakan bahwa model terbaru ini membutuhkan token yang jauh lebih sedikit untuk menyelesaikan pekerjaan yang setara, menjadikannya model Sonnet tercepat saat ini[cite: 3]. Dibandingkan dengan versi sebelumnya, Sonnet 5.5 diklaim bekerja lebih dari 30 persen lebih cepat serta menawarkan efisiensi biaya hingga 30 persen lebih murah untuk sebagian besar jenis pekerjaan[cite: 3].
Harga dan Ketersediaan Global
Terkait aspek komersial, tarif penggunaan melalui antarmuka pemrograman aplikasi (API) terpantau tidak mengalami perubahan dari pendahulunya[cite: 3]:
- Input Token: 2 dollar AS (sekitar Rp 36.000) per 1 juta token[cite: 3].
- Output Token: 10 dollar AS (sekitar Rp 180.000) per 1 juta token[cite: 3].
- Cache Read: 0,20 dollar AS (sekitar Rp 3.600) per 1 juta token[cite: 3].
- Cache Write: 2,50 dollar AS (sekitar Rp 45.000) per 1 juta token[cite: 3].
Claude Sonnet 5.5 kini sudah dapat diakses di berbagai platform komputasi awan utama, termasuk Amazon Web Services, Google Cloud, dan Microsoft Azure, dengan menggunakan pengenal model claude-sonnet-5-5 serta mendukung mode tanpa penyimpanan data (zero data retention)[cite: 3].





