oleh

Antisipasi Dampak Covid-19, Indonesia Jaga Konsumsi Masyarakat

PortalMadura.Com – Pemerintah mengupayakan untuk menjaga daya beli masyarakat agar dampak perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus korona atau Covid-19 bisa diantisipasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Arif Baharudin mengatakan, langkah antisipasi yang disiapkan antara lain mempercepat belanja K/L terutama bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, Kementerian Keuangan juga mendukung pembangunan destinasi wisata, mempercepat belanja padat karya, dan meningkatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik dari penerima, plafon, maupun kredit tanpa agunan.

“Kita berusaha menjaga konsumsi masyarakat,” kata Arif, dalam keterangan resmi, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Dirjen Bea Cukai, Syarif Hidayat mengatakan, sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait aktivitas ekspor impor di perbatasan seperti di Malaysia dan Singapura untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

“Kita sudah koordinasi dengan Angkasa Pura baik di laut maupun udara, aparat penegak hukum, dan lain-lain terhadap barang-barang yang masuk,” kata dia.

Syarif mengatakan sesuai aturan Kementerian Perdagangan, pelarangan impor hanya terhadap hewan hidup yang berasal dari China dan yang transit ke China dilarang masuk ke Indonesia.

“Untuk barang-barang lain tidak ada larangan impor,” kata Syarif.

Pemerintah mengatakan penyebaran virus korona di China akan menekan ekonomi negara tersebut sekitar 1,2 hingga 1,8 persen yang juga akan berdampak negatif pada ekonomi Indonesia karena China adalah mitra dagang dan ekonomi utama.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Anadolu Agency
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE