oleh

Aroma Dupa dan Suara Azan Warnai Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan Iuran BPJS

PortalMadura.Com, Sampang – Aroma dupa yang dibakar pendemo dan mengumandangkan azan mewarnai aksi mahasiswa yang menolak kenaikan iuran BPJS di depan Kantor DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Aktivis mahasiswa gabungan PMII dan GMNI itu juga membakar berbagai poster yang mereka bawa bertuliskan bernada penolakan kenaikan iuran BPJS.

Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian setempat itu sempat terjadi aksi saling dorong dan ricuh saat mereka meminta semua anggota dewan menemuinya.

Kericuhan tidak berlangsung lama, situasi aksi terkendali dan akhirnya mereka menyodorkan petisi kepada delapan anggota DPRD Sampang yang mewakili masing-masing fraksi untuk ditandatangani bersama sebagai wujud penolakan kenaikan iuran BPJS.

Mahasiswa meminta agar anggota DPRD Sampang menolak kenaikan iuran BPJS dan menyampaikan rekomendasi kepada DPR RI.

“Perwakilan dari delapan fraksi DPRD telah menerima kami dan menandatangani petisi sebagai bentuk komitmen penolakan kenaikan iuran BPJS,” kata koordinator aksi, Syaiful Rahman.

Sebelumnya, pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutupi defisit JKN.

Loading...

Rencana kenaikan tersebut akan dilakukan mulai 1 Januari 2020 dan hanya berlaku untuk kelas I dan kelas II atau menjadi Rp 160 ribu dan Rp 110 ribu.

Sedangkan BPJS Kesehatan untuk kelas III masih ditunda atas dasar penolakan dari Komisi IX dan XI DPR RI. (*)

Baca Juga :


Penulis : Rafi
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar