Bahaya, Pekerja Proyek Terminal Kargo Tidak Gunakan Pengaman

PortalMadura.Com, Pamekasan – Para pekerja proyek gudang tertutup di terminal kargo Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur tidak menggunakan pengaman kepala sebagaimana petunjuk teknis yang berlaku.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pamekasan, Mohammad Zakir mengaku, pihaknya telah menyampaikan peraturan terhadap para pekerja proyek agar memakai helm pengaman guna menghindari bahaya pada kepala apabila terjadi kecelakaan kerja. Tetapi, saran itu diakunya tidak digubris.

“Semakin berat pak kalau pakai helm, bekerja jadi tidak singkat,” kata Zakir menirukan jawaban pekerja apabila disuruh menggunakan helm, Jumat (9/9/2016).

Pekerja proyek di Madura memang tidak biasa menggunakan helm pengaman, mereka lebih terbiasa memakai topi atau songkok koboy. Sehingga, apabila disuruh memakai helm sebagaimana aturan yang tertuang dalam standart operasional pekerja proyek, mereka enggan melaksanakannya.

“Rata-rata di Madura, pekerja proyek itu selain memakai topi yaitu memakai handuk biar tidak kepanasan. Ya dimaklumi lah,” tandasnya.

Siapa yang bertanggungjawab kalau terjadi kecelakaan kerja, Zakir menjawabnya diplomatis. Tetapi menurutnya, CV yang mengerjakan proyek bernilai Rp 2 miliar itu pun memiliki tanggungjawab. (Marzukiy/choir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses