PortalMadura.com–Sejumlah negara di Asia menerapkan kembali protokol pemeriksaan kesehatan di bandara internasional menyusul temuan kasus virus Nipah di India. Thailand menjadi yang terdepan dengan mengaktifkan *checkpoint* pengendalian penyakit menular di pintu masuk negara, mirip langkah yang diterapkan selama pandemi COVID-19.
Menurut rilis resmi Departemen Pengendalian Penyakit Thailand (DDC) pada Jumat (24/1), otoritas kesehatan setempat memantau ketat penumpang yang tiba dari wilayah terdampak. Petugas akan melakukan skrining tambahan terhadap traveler dengan demam tinggi atau gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, termasuk meminta riwayat perjalanan dan tanggal mulai gejala.
Virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang menyebar dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah dan babi. Menurut Cleveland Clinic, infeksi bisa menimbulkan gejala ringan hingga berat, mulai dari demam, sakit kepala, hingga ensefalitis (radang otak) yang berpotensi fatal. Tingkat kematian akibat virus ini tergolong tinggi.
Pemerintah Thailand mengonfirmasi lima kasus virus Nipah pada warganya, sementara India melalui National Center for Disease Control menyatakan wabah saat ini “tidak besar” dan terbatas pada dua distrik di Kerala—Kozhikode dan Malappuram—serta kasus terpisah di West Bengal. Untuk memastikan sumber penularan, tim medis India melakukan pengambilan sampel usap dari kelelawar di Kebun Binatang Alipore, Kolkata pada Sabtu (25/1), seperti dilaporkan *The Hindu*.
Kementerian Kesehatan India juga mengeluarkan panduan pencegahan melalui platform X, menyarankan masyarakat mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari buah jatuh yang sudah dimakan hewan, tidak mengonsumsi air nira mentah, serta menggunakan pelindung saat membersihkan kandang hewan.
Direktur Jenderal DDC Thailand memperingatkan bahwa virus ini “dapat menyebabkan gejala neurologis dan memiliki tingkat kematian yang relatif tinggi.” Meski demikian, hingga kini belum ada laporan penularan antarmanusia yang signifikan di luar India.
Langkah antisipasi Thailand diikuti negara tetangga dengan meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara. Situasi ini mengingatkan publik pada protokol kesehatan global yang sempat diterapkan ketat selama pandemi COVID-19, meski otoritas kesehatan menekankan bahwa skala wabah Nipah saat ini masih terkendali dan terlokalisasi.





