oleh

Bank Dunia: Angka Kemiskinan Global Terendah Tahun Ini

PortalMadura.Com, New York – Angka kemiskinan global turun ke rekor terendah sejak 2015 namun penurunan ini terus melambat, sehingga menghambat tujuan untuk mengakhiri kemiskinan global pada 2030, kata Bank Dunia pada Rabu.

Persentase orang yang hidup dalam keadaan kemiskinan ekstrem turun menjadi 10 persen pada 2015, figur ini adalah data terbaru yang bisa didapatkan, turun dari 11 persen pada 2013, menurut data tersebut.

Bank Dunia berkata kemiskinan ekstrem di dunia turun 8,6 persen pada 2018, menurut prediksi awal mereka.

Selama periode ini, angka orang yang hidup dengan kurang dari USD1,9 per hari turun 68 juta menjadi 736 juta orang, sebut mereka.

“Selama 25 tahun terakhir, lebih dari satu juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem, dan angka kemiskinan global kini terendah dalam sejarah. Ini adalah pencapaian terbesar umat manusia di masa sekarang,” ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim melalui pernyataan. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (20/9/2018).

“Namun bila kita ingin mengakhiri kemiskinan pada 2030, kita butuh lebih banyak investasi, terutama dalam membangun sumber daya manusia, untuk membantu mempromosikan pertumbuhan inklusif yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang masih hidup dalam kemiskinan. Untuk mereka, kita tidak boleh gagal,” tambah dia.

Meskipun sekitar separuh Negara-negara di dunia kini memiliki angka kemiskinan di bawah 3 persen, Bank Dunia mengaku keadaan dunia belum di jalan yang tepat untuk mencapai target kurang dari 3 persen penduduk dunia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030.

“Selama 25 tahun, dari 1990 sampai 2015, angka kemiskinan ekstrem turun rata-rata satu persen per tahun dari sekitar 36 persen menjadi 10 persen. Tapi angka ini hanya turun satu persen lagi selama dua tahun, yaitu pada 2013 sampai 2015,” tulis pernyataan tersebut.

Usaha untuk mengurangi angka kemiskinan ini sangat kurang di beberapa wilayah seperti Sub-Sahara Afrika, di mana angka kemiskinan diprediksi tetap berada di double digit pada 2030, kecuali ada perubahan signifikan dalam kebijakan Negara-negara di sana, menurut Bank Dunia.

Tingkat kemiskinan di wilayah tersebut turun dari 42,5 persen pada 2013 menjadi hanya 41,1 persen pada 2015, dan menyisakan sekitar 413,3 juta orang miskin.

Di Asia Tenggara, tingkat kemiskinan jatuh dari 16,2 persen menjadi 12,4 persen selama periode yang sama, yang berarti ada sekitar 216,4 juta orang masih berada di jurang kemiskinan.

Timur Tengah dan Afrika Utara memiliki tingkat kemiskinan 2,6 persen pada 2013, namun konflik yang terjadi di Suriah dan Yaman membuat angka ini naik menjadi 5 persen, lanjut institusi ini.

Asia Timur dan Pasifik, Eropa dan Asia Tengah telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem menjadi di bawah 3 persen dalam periode yang sama.

Di Amerika Latin dan Karibia, tingkat kemiskinan turun dari 4,6 persen pada 2013 menjadi 4,1 persen pada 2015.

Bank Dunia akan merilis laporan prediksinya yang berjudul “Kemiskinan dan Pembagian Kemakmuran 2018: Menyusun Puzzle Kemiskinan” pada 17 Oktober mendatang. (AA)

Loading...