oleh

Banyak Tambak Udang Tanpa Izin, Camat dan Kades Diminta Lebih Peka

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd Madjid meminta agar para Camat dan kepala desa lebih peka terhadap perkembangan di lingkungannya. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak investor masuk ke daerah, terutama pembangunan tambak udang.

“Camat dan kades yang harus lebih peka. Karena yang lebih tahu terhadap lingkungannya adalah camat dan kades. Sebab, selama ini banyak investor yang masuk ke Sumenep untuk membuat tambak udang,” beber kepala BPPT Sumenep, Abd Madjid, Selasa (12/4/2016).

Loading...

Menurut Madjid, jika ada investor yang masuk untuk membuat tambak udang, diharapkan para kades untuk memfasilitasi agar mengurus izin dulu sebelum menggarap lahan tambak udang tersebut.

“Kalau ada investor yang mau membuat tambak udang, tolong para kades menfasilitasinya agar mengurus izin dulu, jangan membuat dulu baru mengurus izin,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, selama ini banyak investor yang tidak mengurus izin sebelum membuat tambak, akibatnya ada penolakan dari warga bahkan ada pemilik lahan yang mengaku akibat lahan miliknya diserobot.

“Jangan sampai ada laporan lagi kekami bahwa tambak udang itu tidak berizin,” harapnya.

Sebelumnya, BPPT dan tim teknis melakukan penutupan dua tambak udang lantaran tidak mengantongi izin yakni di Lombang, Kecamatan Batang-batang dan Dungkek.

“Kalau di Lombang itu sudah keluar izin prinsip, tapi kan tidak boleh ada aktifitas dulu sebelum surat izinnya lengkap, ternyata disana sudah ada kegiatan, sedangkan di Dungkek sama sekali tidak ada izinnya,” pungkasnya. (arifin/choir)