oleh

Begini Ramalan Mbah Mijan 5 Tahun Kedepan, Waspadalah!

PortalMadura.Com – Mbah Mijan adalah seorang peramal yang kerap terbukti apa yang disampaikan. Sabtu (25/5/2019) dini hari, Mbah Mijan kembali memprediksi yang akan terjadi 5 tahun kedepan pasca kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019.

Prediksi itu diawali dengan ulasan flash back pada akun twitternya, @mbah_mijan, bahwa ibarat tinju, Jokowi hanya bertahan tanpa perlawanan dan ibarat bola, Jokowi hanya menguasai 30% “Ball Possesion“.

“Hal ini dapat dilihat pasca kemenangan Jokowi pada pertandingan pertama, kami sebagai Supporter lebih sibuk mengcounter hoax dan fitnah, fakta!,” cuitan Mbah Mijan.

Menurutnya, sejak tahun 2014, framing yang sangat masif adalah “Jokowi PKI, Jokowi anak Cina, Jokowi Ijazah Palsu, dll”.

Herannya, 46,85% pendukung Prabowo – Hatta mempercayainya. Namun apa daya, perolehan suara 53,15% Jokowi – JK membawa Prabowo – Hatta menelan kekalahan.

20 Oktober 2014 adalah hari pertama Jokowi – JK diakui sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2014 – 2019.

Sejak ini pula, kata Mbah Mijan, tugas berat Jokowi – JK sebagai Koalisi Indonesia Hebat harus bisa membobol Koalisi Merah Putih buatan Prabowo – Hatta agar tidak mengganas.

Naik turunnya dinamika politik Indonesia selama lima tahun kebelakang, memang luar biasa.

Brand Jokowi penipu, Jokowi Pembohong yang dibuat oleh Barisan sakit hati, berhasil membius sebagian rakyat Indonesia,” katanya.

Mbah Mijan juga heran, setiap pecatan Menteri Kabinet Kerja pasti memusuhinya. “Bius-bius itu mengalir deras lewat hoax sampai mendarah daging,” ujarnya.

Mbah Mijan juga mengulas tuntas lahirnya sebutan atau penamaan yang kerap muncul dari dua kelompok sejak sebelum dan selama proses Pemilu 2019.

“Bermula dari pengakuan Jokowi yang hobby pelihara kodok, maka lahirlah Cebong sebagai panggilan untuk para pendukung Jokowi,” jelasnya.

Sejak itu, rakyat Indonesia meng-amuba menjadi dua kelompok, kekuatan politik!.

Sedangkan kelahiran Kampret sebagai panggilan pendukung Prabowo, tidak serta merta lahir bersamaan dengan Cebong.

Setiap apapun aktivitas Jokowi dianggap salah, bahkan kerja kerasnya bersama Kabinet Kerja tak terlihat. “Maka … Sejak ini pula, lahirlah Kampret,” katanya.

Panggilan Kampret adalah julukan terakhir setelah melalui proses panjang selama 2017.

Sebelumnya masih acak adut, kaum bumi datar, kaum sumbu pendek, kaum bani serbet, dan lain sebagainya.

“Sebutan Sumbu Pendek sempat bertahan lama, dengan sikap Kampret yang selalu emosian,” sebut Mbah Mijan.

Kampret menjadi predikat yang paling tepat setelah melalui proses analisa yang cermat, bahwa pola pikirnya yang selalu terbalik.

“Disinilah klaim dungu, bego, goblok permanen, iq jongkok, iq sekolam menjadi santapan Cebong dan Kampret sepanjang hari,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa predikat Kampret semakin mantap tersematkan, tatkala siapapun yang mendukung Jokowi dianggap salah dan dimusuhi.

Sejauh itu, tak ada masalah yang berarti, tetapi permainan mulai jorok, setelah SARA dijadikan senjata. Ini permainan politik paling kotor dari yang pernah ada.

Sejak SARA menggema, tim supporter mencoba untuk tidak meladeninya. Barisan Cebong hanya sibuk menangkal hoax yang meraja lela.

“Kami sangat tahu, apabila SARA dilawan SARA, dampaknya sangat berbahaya. Gusti Allah mboten sare, hampir saja kita terlena untung ada pahlawan Ratna,” katanya.

“Saya masih ingat, bahwa kalimat tunduhan Curang itu bukan setelah Pilpres 2019 tapi jauh sebelumnya,” sambungnya.

“Prabowo pasti menang kalau tidak dicurangi,” ujar Mbah Mijan mempertegas cuitannya.

“Kalimat ini yang saya dengar, saya baca, dan saya lihat jauh-jauh hari sebelum pencoblosan,” katanya.

Mungkin pasca 21-22 Mei 2019, kita semua baru melek bahwa efek jorok dari politik SARA adalah benar adanya.

“Kita tak bisa menyangkal, sepanjang sejarah demokrasi, baru ini terjadi kerusuhan di bulan suci, yang harusnya untuk bertempur melawan hafa nafsu dan mencari pahala,” ujarnya.

Prediksi Mbah Mijan 5 Tahun Kedepan

Berawal dari hal tersebut, Mbah Mijan mengingatkan, bahwa selama lima tahun kedepan jangan pernah kaget, bahwa hoax masih akan terus tersebar.

“Jika kita tidak punya filter, bukan tahayul bahwa lebaran di penjara menjadi hadiah untuk anda yang gampang terprovokasi,” tegasnya.

Menurut Mbah Mijan, Allah tidak akan salah memberikan takdir-Nya. Tuhan mempunyai rencana maha indah dibanding rencana siapapun untuk Indonesia.

“Dengan doa dan dukungan kita, saya yakin Indonesia akan lebih maju dari sebelumnya, Amiin. Biarlah Cebong dan Kampret menjadi saksinya,” tutup cuitan Mbah Mijan.(*)


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Komentar