oleh

Berdayakan Ekonomi Warga, HCML-SKK Migas Latih Warga Sapudi & Raas

PortalMadura.Com, Sumenep – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) kembali memberikan bantuan untuk masyarakat.

Kali ini melalui Program Pendukung Operasi (PPO) HCML untuk masyarakat Pulau Sapudi dan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dipilihnya masyarakat Pulau Sapudi dan Raas, karena masuk ring 1 daerah terdampak aktivitas HCML.

Ali Aliyuddin, Community Relations & Development Officer at HCML (Husky-CNOOC Madura Limited), menjelaskan, untuk kelompok masyarakat di Pulau Sapudi, ada program pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari, yakni Kamis (13/11/2014) hingga Sabtu (15/11/2014).

Kegiatan tersebut, terdiri dari dua kelompok pelatihan, yaitu Pelatihan Biogas dan Pelatihan Pengawetan dan Pengalengan Ikan.

“Kegiatan ini, juga bagian dari ketentuan yang ada dalam Amdal HCML. Dan sudah menjadi kewajiban kami untuk¬† melaksanakan program pemberdayaan masyarakat Sapudi dan Raas” terangnya, saat pembukaan pelatihan di Kantor Desa Pancor, Kecamatan Gayam (Pulau Sapudi), Sumenep,¬† Kamis (13/11/2014).

Pihak HCML juga mempunyai beberapa program lainnya, semisal bidang keagamaan, pendidikan dan sosial budaya. “Program ini, juga akan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga masyarakat mampu meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya.

Sedangkan kelompok masyarakat di Pulau Raas juga akan mengikuti program pelatihan berupa Kultivasi, Pelatihan Pengeringan Rumput Laut, dan Pelatihan Diversifikasi Produk Rumput Laut, Jumat (14/11/2014).

Untuk melaksanakan program tersebut, HCML menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (LPPM-ITS) sebagai pelaksana kegiatan.

“Jadi, program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan dan memaksimalkan potensi usaha masyarakat yang dilatih langsung oleh tenaga ahli,” tandasnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diajari cara-cara mengolah limbah sapi yang melimpah menjadi biogas, teknik pengalengan ikan, hingga teknik pengolahan hasil rumput laut.

“Program pelatihan ini semoga bermanfaat bagi masyarakat untuk mengoptimalkan pendapatan atau kebutuhan hidup,” ucapnya.

Staf Humas SKK Migas Jabamanusa, Ami Herawati mengatakan, meski HCML belum beraktivitas, namun sudah peduli terhadap masyarakat sekitar yakni dengan memberi pelatihan pada masyarakat.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya seremonial, melainkan harus berkelanjutan agar kegiatan ekonomi masyarakat bisa meningkat. Doa dan dukungan masyarakat juga dibutuhkkan, semoga kegiatan HCML berlangsung sukses dan aman,” katanya.

Sementara, Kepala Kantor ESDM Sumenep, Abd. Kahir berharap, masyarakat tidak resah atau kuatir dengan adanya HCML. Karena, kehadirannya atas panggilan tugas dari negara, sehingga perlu didukung oleh masyarakat.

“Bila kegiatannya sukses, maka dampak positifnya juga akan dirasakan masyarakat sekitar. Dengan pelatihan Biogas, berarti masyarakat tidak perlu membeli LPG, karena sudah ada biogas,” tandasnya.

Abd. Kahir yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep itu, membuka acara pelatihan yang digelar Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa).

Acara pembukaan program tersebut dihadiri oleh HCML, Staf Humas SKK Migas Jabamanusa, Ami Herawati, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.(dein/htn)

Komentar