oleh

Bermodal Belasan Juta, Peternak Lovebird Terus Merugi

PortalMadura.Com, Pamekasan – Burung jenis lovebird dalam beberapa bulan terakhir menjadi idaman masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, untuk beternak lantaran nilai jualnya yang tinggi.

Akibat tingginya nilai jual tersebut, banyak masyarakat beralih profesi sebagai peternak lovebird. Tidak hanya begitu, banyak pula yang menjual hewan ternak dan perhiasannya sebagai modal beternak burung warna-warni tersebut.

Namun belakangan, nilai jual lovebird justru anjlok, banyak masyarakat yang baru memulai beternak belum pernah merasakan manisnya harga lovebird. Seperti yang dialami Sanusi (36) warga Palengaan, Pamekasan.

Menurut Sanusi, pada dasarnya ia tidak suka dengan burung, tetapi karena tetangganya banyak meraup untung dari beternak lovebird tersebut, akhirnya ia tergiur dan meniru langkahnya.

“Untuk modal beternak lovebird itu saya menjual perhiasan istri sekitar Rp 15 juta, tapi sekarang harganya justru turun. Bahkan sampai sekarang saya tidak pernah merasakan uang lovebird,” katanya, Jumat (2/11/2018).

Dikatakan, seandainya burung dan sangkarnya yang ada sekarang dijual, ia yakin tidak bisa menutupi modal yang telah dikeluarkan dari saking murahnya lovebird apabila dibandingkan dengan sebelumnya.

“Yang harganya satu juta dua jutaan ke atas satu ekor, sekarang harganya justru ratusan ribu. Ya, rugi kalau begitu mas, pasrah saja lah, mungkin bukan rezeki. Karena pekerjaan itu bisa ditiru, tapi rezekinya yang tidak bisa ditiru,” katanya sambil tersenyum lepas.

Dirinya tidak yakin jika harga lovebird kembali mengalami peningkatan, karena sudah banyak masyarakat yang beternak. Sementara lovebird sendiri bukan bahan konsumsi, tetapi hanya untuk hiasan saja. (Marzukiy/Putri)

Loading...