oleh

BNPB: Masyarakat Sudah Kondusif Usai Gempa di Sulawesi Tengah

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan situasi Masyarakat sudah kondusif pascagempa Magnitudo (M) 6,9 yang mengguncang Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah pada Jumat malam.

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengungsian sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah hingga malam tadi.

Loading...

Namun, kata Sutopo, sebanyak 1.300 Kepala Keluarga (KK) sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kondisi Masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif,” kata Sutopo dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (13/4/2019) kemarin.

Sutopo mengatakan pengungsi sebelumnya tersebar di empat titik, yaitu halaman kantor bupati, masjid An-Nur komplek perkantoran, Gedung DPRD dan kantor polres.

Selanjutnya para pengungsi telah pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian di antar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sutopo menyebut beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, hal yang sama warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

“Meskipun BMKG sudah menyatakan peringatan dini tsunami diakhiri sejak semalam. Namun tidak seketika warga mau kembali ke rumahnya,” jelas dia.

Sutopo menuturkan warga tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi.

Apalagi, kata dia, setelah peringatan dini tsunami diakhiri, Pemda dapat mengarahkan warganya dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

Namun demikian, terang Sutopo, di lapangan tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat, apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap di pengungsian.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,9 mengguncang Morowali, Sulawesi Tengah pada Jumat pukul 18.40 WIB.

Pusat gempa berada di 87 kilometer Barat Daya Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer. dilaporkan Anadolu Agency, Minggu (14/4/2019).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pada 18.40 WIB hingga kemudian mencabutnya pada 19.47 WIB.

Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar