oleh

“Boikot” Paripurna, Sekda Mengaku Tak Terima Undangan

PortalMadura.Com, Sumenep – Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hadi Soetarto mengatakan, tidak hadirnya bupati dan wakil bupati serta jajaran eksekutif dalam rapat paripurna dengan agenda laporan Panitia Khusus (Pansus) dan Pengambilan Keputusan DPRD dan Pemerintah Daerah terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) lantaran tidak menerima undangan.

“Tidak ada alasan apapun, mungkin undangannya tidak sampai, makanya tidak hadir,” katanya, Selasa (21/06/2016).

Sebelumnya, Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Wakil Bupati, Achmad Fauzi termasuk jajarannya di eksekutif tidak hadir dalam rapat Paripurna DPRD, tadi malam (20/6/2016). Akibatnya, Rapat Paripuna dengan agenda laporan Panitia Khusus (Pansus) dan Pengambilan Keputusan DPRD dan Pemerintah Daerah terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) prakarsa legislatif dan inisiatif eksekutif gagal digelar.

Loading...

Rapat paripuna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD setempat, Herman Dali Kusuma. Saat dimulai, Herman meminta pendapat terhadap anggota dari beberapa Fraksi apakah Paripurna laporan Pansus dan pengambilan keputusan itu dilanjutkan atau ditunda karena tidak dihadiri eksikutif. Keputusannya, rapat paripurna ditunda dan Bamus harus menjadwalkan ulang rapat paripurna tersebut.

Sekedar untuk diketahui, lima raperda yang akan disahkan itu adalan raperda Kepelabuhanan, Pedoman dan tata cara Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), Tanggung Jawab Sosial dan Perlindungan Perusahaan terhadap lingkungan, lalu Raperda Kesejahteraan Lansia, dan Raperda penyertaan modal kepada PT Wira Usaha Sumekar (WUS).

Lima Raperda tersebut telah mendapat evaluasi dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, bahkan telah dilakukan penyelasaran oleh DPRD setempat. (arifin/choir)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar