portalmadura.com — Pekerja yang menantikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 sebesar Rp 900.000 diimbau untuk lebih teliti dan tidak sembarangan mengklik tautan pengecekan. Berdasarkan laporan Kompas.com pada 17 Oktober 2026, meskipun rencana penyaluran pada kuartal IV 2026 telah diumumkan pemerintah, mekanisme resmi untuk mengecek penerima bantuan tersebut belum resmi dirilis.
Program BSU 2026 ini disiapkan untuk menjangkau sekitar 13,3 juta pekerja. Bantuan diberikan sebesar Rp 300.000 per bulan selama periode Oktober, November, dan Desember 2026, yang rencananya akan dibayarkan sekaligus sehingga totalnya mencapai Rp 900.000 per pekerja yang memenuhi ketentuan.
Kanal Pengecekan Lama yang Perlu Diketahui
Sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, pekerja dapat mengenali empat kanal yang sebelumnya digunakan untuk mengecek penerima BSU pada tahun 2025. Namun, perlu dicatat bahwa kanal-kanal berikut masih mengacu pada program tahun sebelumnya dan belum tentu dapat memastikan status penerima BSU 2026:
- Situs Kemnaker: Melalui laman https://bsu.kemnaker.go.id dengan memilih menu “Cek NIK” dan memasukkan 16 digit NIK KTP.
- Situs BPJS Ketenagakerjaan: Pengecekan via https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan mengikuti petunjuk yang tertera.
- Aplikasi JMO Mobile: Masuk ke akun Jamsostek Mobile, lalu pilih menu “Cek Eligibilitas Bantuan Subsidi Upah (BSU)”.
- Aplikasi PosPay: Membuka aplikasi PosPay, memilih ikon huruf “i”, lalu memilih layanan Kemnaker dan BSU.
Imbauan Keamanan dan Kewaspadaan
Hingga saat ini, persyaratan lengkap seperti batas gaji dan status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk BSU 2026 masih menunggu kepastian resmi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati terhadap berbagai tautan palsu yang mengatasnamakan BSU 2026. Hindari memasukkan NIK KTP, data rekening, atau informasi pribadi ke situs yang tidak jelas sumbernya.
Sumber rujukan: Kompas.com (Artikel “BSU 2026 Rp 900.000 Segera Cair? Jangan Asal Klik Link Cek Penerima”, dipublikasikan pada 17 Oktober 2026).





