PORTALMADURA.COM — Industri sinema Indonesia kembali menghadirkan warna baru dalam genre horor lewat penayangan film terbaru berjudul Hasut di seluruh jaringan bioskop sejak Kamis, 8 Oktober 2026. Berbeda dari sinema horor pada umumnya yang berfokus pada penampakan supernatural mendadak (jump scare), karya layar lebar produksi Tuta Films ini mengusung pendekatan horor psikologis dan teror berbasis audio.
Film Hasut memfokuskan narasi pada eksplorasi luka batin dan trauma masa lalu yang dialami oleh empat tokoh utama. Karakter-karakter tersebut diperankan oleh deretan aktor ternama tanah air, yakni Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Alur cerita membawa mereka ke dalam sebuah kawasan hutan misterius yang dipenuhi oleh suara-suara asing tak berwujud.
Sutradara film Hasut, Ilya Sigma, menjelaskan bahwa konsep ketakutan dalam film ini sengaja dirancang dari elemen visual yang samar guna memberi ruang imajinasi bagi para penonton. Menurutnya, suara yang tidak jelas asal-usulnya sering kali memicu tingkat kecemasan yang jauh lebih kuat dibandingkan wujud visual secara langsung.
“Secara personal, saya lebih takut pada hal yang dibayangkan daripada yang terlihat langsung secara visual. Ketika suara itu masuk dan memberi ruang di kepala, kita akan terus membayangkan seperti apa bentuk atau dari mana sumbernya,” ujar Ilya Sigma dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026).
Guna memaksimalkan atmosfer mencekam, Ilya mengoptimalkan penggunaan perangkat komandor Handy Talkie (HT) sebagai instrumen utama penyebar teror. Bising audio khas HT, seperti suara statik, frekuensi yang terputus-putus, serta interferensi sinyal, dimanfaatkan secara intensif untuk membangun ketegangan emosional sepanjang cerita berlangsung.
Proyek film ini sekaligus menjadi debut Ilya Sigma dalam mengarahkan film panjang, setelah sebelumnya berkarier panjang sebagai penulis naskah sejak 2010 untuk berbagai film ternama seperti Catatan Harian Si Boy, Rectoverso, dan A Man Called Ahok.
Ia mengungkapkan bahwa tema hasutan yang diangkat juga menjadi bentuk refleksi perjalanan kerjanya di dunia perfilman. Rasa ragu dan bisikan negatif dari luar kerap menjadi penghambat utama dalam mengeksekusi sebuah karya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengatasi ketakutan tersebut melalui pembuatan film ini.
Diproduseri oleh Putrama Tuta bersama Siera Tamihardja, serta diko-produseri oleh Nick Musa, film Hasut kini sudah bisa disaksikan oleh para penikmat film di seluruh bioskop Indonesia.





