oleh

Bunda, Ternyata 8 Kegiatan Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Perkembangan Otak Si Kecil

PortalMadura.Com – Pada dasarnya, banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan perkembangan otak si kecil. Seperti dari mulai bangun tidur, hingga bayi terlelap di malam hari.

Cara-caranya memang sederhana, namun ternyata cara ini bisa membantu perkembangan otak bayi. Lantas, kegiatan sederhana apa saja yang bisa membantu perkembangan si kecil?.

Berikut ini uraiannya:

Menyusui
Menyusui dapat mempererat hubungan orang tua dan si kecil. Tidak cuma itu, kegiatan menyusui juga bisa menjadi kesempatan untuk otak anak bekerja. Ketika sedang menyusui, orang tua berhadapan dan saling menatap dengan si kecil. Ajak bayi mengobrol dan biarkan anak merespons. Hal ini akan membantu bayi mempelajari percakapan. Ketika bayi lahir, mereka bisa fokus pada wajah ibu di jarak ketika ibu sedang menyusui.

Pergi Berkendara
Tidak banyak yang bisa orang tua lakukan dengan si kecil ketika sedang di dalam mobil. Salah satu yang menyenangkan untuk orang tua lakukan di dalam mobil adalah bernyanyi. Ketika orang tua bernyanyi, bayi mendengar berbagai intonasi yang menarik dari suara ibu dan ayahnya.

“Lagu dapat mengenalkan kata-kata baru dan pola pengulangan yang penting untuk perkembangan bahasanya. Bernyanyi juga mengajarkan bayi irama yang penting untuk kemampuan membacanya di kemudian hari,” tutur dokter anak dari Ottawa’s Children’s Hospital of Eastern Ontario, Alyson.

Mengganti Popok
Ganti popok si kecil sambil mengobrol dengannya juga dapat meningkatkan perkembangan otaknya. Ajak bayi mengobrol, apa yang sedang orang tua lakukan dan apa yang akan dilakukan kemudian.

Mandi
Kegiatan ini dapat mengajarkan anak tiga hal sekaligus, yaitu matematika, sains, dan bahasa. Anak sangat suka bermain air ketika mandi. Mereka memindahkan air dari satu wadah ke wadah yang lain, lalu memerhatikan volume air yang berbeda pada setiap wadah. Alyson bilang kegiatan ini adalah kemampuan dasar matematika anak.

Orang tua juga bisa memandikan si kecil sambil menyanyikan lagu dan bermain ‘cilukba’ dengannya. Permainan ini dapat mengajarkan dia bahwa suatu objek tetap ada meskipun ketika anak tidak bisa melihatnya.

Belanja
Ketika berbelanja, orang tua dapat mengajarkan anak tentang bau, bentuk, dan warna. Misalnya, biarkan dia memegang kiwi, kemudian memegang jeruk supaya si kecil bisa membedakan bentuk dan tekstur kulit kiwi dan jeruk.

Selain itu, di supermarket atau pasar pasti banyak sayuran dan buah dengan berbagai warna. Orang tua bisa menunjuk dan menjelaskan warna apa sayuran tersebut, misalnya, ‘Ini wortel, warnanya orange. Yang ini bayam, warnanya hijau, sama seperti warna brokoli.

Jalan-jalan
Ada banyak yang akan si kecil lihat ketika berjalan. Tunjuk beberapa benda seperti pohon, burung, atau langit. Jika anak menghadap ke wajah orang tua, selain anak mendengarkan penjelasan orang tua, si kecil juga melihat gerak bibir. Dari sini, anak bisa belajar untuk berbicara.

Makan
Bayi sangat suka memainkan makanan. Apalagi kalau orang tua memberinya finger food. Kegiatan makan sangat penting untuk kemampuan motorik anak. Apalagi, makan juga mengajarkan anak beberapa konsep baru seperti tekstur yang berbeda dan perbedaan suhu panas serta dingin.

Membacakan Anak Dongeng Sebelum Tidur
Dongeng sebelum tidur menjadi rutinitas yang baik untuk perkembangan otak bayi. Kegiatan ini bisa dimulai sejak dini. Biarkan si kecil ikut melihat gambar yang ada di buku cerita. Membacakan dongeng untuk bayi juga bisa jadi waktu bonding Anda dengan anak.

Kegiatan stimulasi otak ini sangat penting. Terutama bagi bayi yang lahir prematur. Kegiatan sehari-hari seperti di atas dapat membantu otak bayi berkembang lebih baik. Untuk bayi prematur, bisa dimulai dengan stimulasi pendengaran.

“Untuk awal, stimulasi pendengaran bayi prematur bisa Anda ajak ngobrol. Dari pagi pas dia mandi, ganti popok pas pipis, itu semua sudah bentuk stimulasi jadi stimulasinya nggak yang harus dari sekolah khusus gitu,” ujar dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA. (haibunda.com/Salimah)

Loading...