oleh

Bupati ‘Murka’, Program Visit Sumenep Gagal Memikat Wisatawan Asing

PortalMadura.Com, Sumenep – Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur adalah Visit Sumenep 2018 atau tahun kunjungan wisata.

Sedikitnya 42 even besar dipersiapkan sepanjang tahun 2018. Setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) diberi tanggung jawab oleh pemerintahan A Busyro Karim- Achmad Fauzi untuk menjalankan dan mensukseskan program ini.

Hingga memasuki pertengahan Oktober 2018, hasilnya ternyata belum mampu menjawab dan membuktikan dari target serta keinginan Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Terbukti, Sabtu (13/10/2018) pada Festival Sape Sonok yang merupakan rangkaian Visit Sumenep 2018, di Lapangan Giling, Kecamatan Kota Sumenep dengan terbuka meminta para pihak untuk melakukan evaluasi.

Bahkan dengan terang-terangan menyebut Humas, Kominfo dan Disparbudpora harus lebih gencar untuk melakukan promosi potensi Sumenep yang dinilainya jauh lebih bagus dari daerah lain.

“Tadi malam saya banyak tamu, salah satunya artis Enno Lerian dari Jakarta, dan ada dosen pula. Ternyata beliau tidak tahu apa itu sape sonok. Setelah kita jelaskan baru mereka tertarik,” ujar Busyro.

Menurut Busyro, tidak mungkin orang luar datang ke Sumenep, jika tidak mengenal identitas Sumenep. “Bagaimana orang luar bisa tertarik sape sonok kalau belum mengenal sape sonok,” katanya.

Dari dulu, sape sonok sudah biasa digelar diberbagai desa dan tingkat kecamatan oleh masyarakat. Bahkan tingkat kabupaten. Tapi tanpa dipromosikan dan tidak mampu ‘memikat’ wisatawan manca negara tidak akan ada artinya.

“Kalau ada wisatawan manca negara yang melihat sape sonok, maka akan ada nilai ekonomisnya. Yang datang hanya orang yang memang hobi dengan sape sonok dan hanya itu-itu saja,” katanya.

Bahkan, politisi PKB ini juga menyindir minimnya promosi yang dilakukan oleh OPD terkait dengan pelaksanaan Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat se-Asean ke-V di Kabupaten Sumenep.

“Tadi malam juga membincangkan kegiatan festival keraton nusantara, mereka bilang bahwa tidak tahu terhadap kegiatan itu. Saya turun dari bandara tidak ada itu baliho kegiatan Festival Keraton,” ucap Bupati menirukan tamunya.

“Sampai sekarang ini, Sumenep selalu terlambat. Maka inilah yang menjadi PR kita semua,” ujar Busyro menegaskan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Sumenep, Abd Kadir dikonfirmasi wartawan tidak membantah terhadap pernyataan Bupati tersebut. Pihaknya mengakui bahwa kegiatan sape sonok sedikit pengunjung dan tak ada wisatawan yang dari luar daerah.

Salah satu kendala sehingga sedikit pengunjung adalah perubahan jadwal kalender even. Semula, kontes sape sonok dijadwalkan tanggal 21 Oktober 2018, namun dilaksankan pada hari ini, Sabtu (13/10/2018).

“Saaat Launching kalender Visit kita sudah umumkan melalui beberapa media massa di Jakarta, namun dalam perjalanannya tidak sesuai jadwal, Namun kita tak menampik apa yang dikatakan pak Bupati, kita akui memang kurang promosi,” katanya.

Namun pihaknya tidak menjelaskan alasan perubahan jadwal festival sape sonok tersebut.

Baca : Sumenep Target 1 Juta Kunjungan Wisatawan, 42 Even Siap Digulirkan

Catatan PortalMadura.Com, pada bulan Oktober juga terdapat even Festival Kreasi Pemuda Indonesia. Dalam kalender even Visit Sumenep akan diselenggarakan, Jumat -Minggu, 5 – 7 Oktober 2018, penanggung jawabnya adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, BNN Sumenep dan KNPI Sumenep).

Dihari dan tanggal tersebut tidak terungkap kepublik adanya kegiatan tersebut.(Hartono)