oleh

Bupati Pamekasan Dijewer Adik Kandungnya Sendiri

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendapat kritikan dari DPRD setempat perihal penataan pedagang kali lima (PKL). Utamanya di sepanjang Jalan Kabupaten atau di depan pasar Citra Logam Mulia (CLM).

Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili Yasin mengkritisi, semerawutnya PKL lantaran tidak adanya solusi terbaik dari pemerintah setempat. Buktinya, meski beberapa kali direlokasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tapi pedagang tetap mokong kembali ke tempat semula.

“Saya pikir harus ada langkah tepat dan cerdas dari pemerintah agar mereka (pedagang) tetap bisa berjualan, tapi bukan di sini,” kritik adik kandung Bupati Pamekasan, Achmad Syafii Yasin tersebut, Kamis (28/7/2016).

Dikatakan, pemkab harus mencarikan solusi tanpa merugikan pedagang yang hendak mencari nafkah untuk keluarganya. Tentu dengan merelokasi mereka ke tempat yang lebih representatif. Artinya, tidak lagi menempati trotoar yang notabene tempat terlarang untuk berjualan.

“Tida bisa secara sepihak memutuskan tempat relokasi itu, makanya nanti harus ada perwakilan pedagang yang berbicara dengan kita,” tambah dia saat melakukan sidak di pasar tersebut.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu melanjutkan, kesemrawutan PKL di jantung kota merupakan indikasi tidak tertatanya pedagang pasar di Kabupaten Pamekasan. Kondisi ini tentunya harus menjadi atensi khusus pemerintah kabupaten setempat.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi harus dicarikan solusi terbaik. Kami di DPRD berkomitmen untuk menjadikan Gadin ini sebagai jantung kota yang bersih dan indah,” pungkasnya. (Marzukiy/har)



Dapatkan Aplikasi PortalMadura.com

aplikasi portal madura
Loading...
Loading...