oleh

Caleg PDIP Diduga Gunakan Ijazah Palsu

PortalMadura.com, Sumenep – Salah seorang calon legislatif (caleg) daerah pemilihan (dapil) 2 Sumenep, Madura, Jawa Timur, berinisial UH yang diusung PDI Perjuangan diduga menggunakan ijazah palsu. Akibatnya, caleg periode 2014-2019 ini dilaporkan warga Desa Bungbungan, Ahmad Sulaiman dan Moh Imam Syafi’i, warga Aeng Dake Kenek, masing-masing Kecamatan Bluto, Sumenep ke KPU dan Panwaslu setempat.

Kuasa hukum Ahmad Sulaiman, Kamarullah mengatakan, indikasi ijazah palsu caleg dari partai berlambang moncong putih itu diantaranya, ijazah tidak ada nomor seri, stempel ijazah dengan stempel legalisir tidak sama sehingga diragukan keasliannya, pengeluaran ijazah tidak sesuai dengan tahun lulus, tidak ada nilai mata pelajaran yang diujikan, ijazah MTs dan MA dijadikan satu, lembaga pendidikan Al-Amin disetarakan pada tahun 1998 sedangkan pengguna lulus tahun 1992-1993 tapi ijazahnya dikeluarkan tahun 2013.

“Dalam legalisir ijazah itu tidak tercantum tanggal, bulan dan tahun, tidak ada logo baik dari lembaga atau negara, legalisir hanya dari lembaga Al-Amin tidak dari Departemen Agama atau Diknas,” kata Kamarullah, Jum’at (2/4/2014).

Dia memaparkan, pihaknya merasa keberatan dan tidak mau diwakili oleh caleg yang telah melakukan manipolasi persyaratan mendaftar sebagai caleg.

“Sebagai warga biasa dan pemilih, klein kami merasa dirugikan dengan ulah caleg ini,’ ungkapnya.

Laporan yang dilayangkan ke Panwas dan KPU serta tembusan ke Polres Sumenep itu bernomor 07/LP.Pileg/V/2014. Surat laporan itu dilayangkan tanggal 2 Mei 2014.

“Kami telah melaporkan hari ini ke KPU dan Panwaslu dengan tembusan Polres Sumenep,” ujarnya.

Dia berharap, KPU dan Panwaslu menindak lanjuti kasus dugaan penggunaan ijazah palsu dalam pemilihan legislatif tahun ini.

“Harapan kami, KPU dan Panwaslu menindak lanjuti kasus ini dengan cepat,” harapnya.(arif/nia)

Loading...

Komentar