PortalMadura.com

Catatan Kecil, Kemasan Visit Sumenep Yang Tercoreng

  • Sabtu, 9 Desember 2017 | 22:16
Catatan Kecil, Kemasan Visit Sumenep Yang Tercoreng
Hartono

Oleh : Hartono
Chief Executive Officer PortalMadura.Com

Program pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, nyaris tak ada penolakan, khususnya program Visit Sumenep 2018. Semua elemen masyarakat sepertinya menerima program itu.

Itu artinya, program tersebut dinilai baik dan diharapkan mampu mengangkat derajat masyarakat Sumenep, baik ekonomi, budaya dan sektor lain di kanca nasional maupun internasional.

Selama ini, masyarakat kabupaten di ujung timur pulau garam Madura hanya mempertanyakan kesiapan program pendukung demi suksesnya Visit Sumenep 2018, seperti infrastruktur. Dan tak kalah pentingnya, adalah desain dari visit itu sendiri.

Desain visit itu penting disampaikan pada publik, agar arah perjalanannya jelas tanpa harus menodai sejarah, budaya dan kondisi sosial masyarakat Sumenep yang notabene agamis dan disebut-sebut kota santri.

Meski belum ada jawaban yang mampu memuaskan semua pihak soal desain itu, sejumlah elemen, terutama organisasi pemerintah daerah (OPD) berusaha menggelar kegiatan yang sifatnya promosi dan katanya untuk mendukung program visit dan mengangkat derajat ekonomi masyarakat.

Akhirnya, kesan kejar tayang pun cukup terasa dibenak masyarakat Sumenep. Bahkan, kegiatan yang dinilai asal-asalan juga mulai menjadi diskusi hangat. Program visit pun dinilai prematur.

Celakanya lagi, kini kegiatan lomba Fashion On The Street Sumenep Batik Festival yang mempertontonkan aurat dan menjadi viral di media sosial. Padahal, belum sirna ingatan dengan salah tulis saat promosi yang menggunakan bahasa inggris, di Jakarta.

Mempertontonkan aurat tidak akan bermuara pada pro-kontra. Tapi ini jelas pada penolakan. Detik ini bisa saja hanya viral di medsos, namun akan menjadi awal yang kurang baik untuk perjalanan program visit kedepan.

Kesalahan teknis bisa saja menjadi alasan dari pihak penyelenggara. Namun menghadapi masyarakat tidak cukup hanya minta maaf dan semuanya dianggap selesai.

Namun, evaluasi dan teguran keras dari pemangku kebijakan, baik bupati maupun oleh wakilnya, menjadi wajib dilakukan untuk menjawab kekecewaan masyarakat Sumenep sebelum ada gerakan penolakan program visit.

Sebenarnya, toleransi dan kepedulian masyarakat Sumenep sangat tinggi. Dan dapat dijadikan modal utama dalam menggerakkan program visit Sumenep, asal desainnya detail dan mampu dicerna oleh publik.

Dari desain visit dan kemasan promosi serta hal lain perlu keterlibatan semua komponen masyarakat yang sifatnya tidak hanya ingin menguras ide cemerlang mereka. Tidak karena barisan kita atau bukan barisannya, lalu tidak menjadi penting dilibatkan.

Song-osong lombung” layak jadi pijakan kedepan. Buang jauh-jauh karena ingin “Aku” di depan pemangku kebijakan. Lebih naif lagi, jika antar OPD tidak saling mendukung (maaf, semoga tidak terjadi). Menyelamatkan kearifan lokal adalah kunci kesuksesan Visit Sumenep 2018.(*)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional