PortalMadura.com–Jelang bentrok sengit melawan Arsenal di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior, justru menolak membesar-besarkan laga tersebut. Bagi pria asal Inggris ini, pertandingan melawan tim puncak klasemen Liga Inggris itu hanyalah “laga berikutnya”—tidak lebih, tidak kurang.
“Saya pikir setiap sesi latihan, setiap pertemuan, dan setiap pertandingan yang kita mainkan adalah hal yang paling penting,” tegas Rosenior dalam konferensi pers, Selasa (13/1/2026).
Leg pertama semifinal akan digelar di Stamford Bridge, Kamis (15/1) dini hari WIB. Ini akan menjadi debut Rosenior di hadapan suporter tuan rumah, setelah sebelumnya sukses membawa Chelsea menang 5-1 atas Charlton Athletic di babak sebelumnya—laga perdana sang pelatih usai menggantikan Enzo Maresca.
Meski menghadapi lawan tangguh, Rosenior menegaskan pendekatannya tetap sama: fokus pada proses, bukan tekanan nama besar. “Jika Anda mulai memprioritaskan satu pertandingan di atas yang lain, maka Anda kehilangan fokus. Saya tidak peduli apakah ini pra-musim atau final—saya selalu memberikan yang maksimal,” ujarnya.
Rosenior juga mengisyaratkan kemungkinan rotasi pemain. Tiga pilar utama—Cole Palmer, Reece James, dan Malo Gusto—diberi waktu tambahan untuk pemulihan. “Saya belum putuskan apakah mereka main besok. Saya masih punya waktu untuk menilai kondisi mereka,” katanya, sembari meminta maaf karena belum bisa memberikan kepastian dua hari sebelum laga.
Pertemuan terakhir antara kedua tim berlangsung pada November 2025, saat Chelsea masih dilatih Maresca, dan berakhir imbang 1-1. Kini, dengan arsitek baru dan semangat segar, The Blues berharap bisa menjungkalkan The Gunners di kandang sendiri.
Namun bagi Rosenior, targetnya sederhana: menang, bukan sekadar tampil heroik. “Saya puas dengan proses kerja kami. Dan bagi saya, ini cuma pertandingan berikutnya yang harus kami menangkan,” pungkasnya.
Dengan mentalitas rendah hati namun penuh disiplin, Rosenior membawa Chelsea menghadapi salah satu ujian terberat sejak ia menjabat—bukan hanya soal gengsi London, tapi juga langkah menuju trofi pertamanya di kursi pelatih utama.
Ikuti terus berita terbaru kami melalui saluran resmi berikut:





