PortalMadura.com

Dari Desa Terpencil, Fathorrahman Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor

  • Selasa, 28 Oktober 2014 | 13:31
Dari Desa Terpencil, Fathorrahman Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor
Fathorrahman Sedang Bersalaman
Loading...

PortalMadura.Com, Surabaya – Fathorrahman, putra dari pasangan suami-istri (Pasutri) H. Hatib dengan Maniyah, asal Dusun Kapeng, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, kini dinobatkan sebagai pemuda pelopor bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pemuda kelahiran Sumenep, 6 Juli 1987, yang besar dari pelosok desa terpencil dan jauh dari keramaian kota tidak membuat dirinya terpaku dengan keadaan. Usaha untuk menerpa dan berbenah diri terus dilakukan. Ini tentu tak lepas dari keinginan besar yang terpatri untuk melakukan perubahan besar dunia pendidikan di desanya.

Ia yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep sempat memimpikan warga di kampungnya melek pendidikan dan rajin membaca. Berbagai usaha dilakukan, baik dalam bentuk kelompok belajar yang dirintis bersama ibu-ibu kampung. Bahkan, taman bacaan dan kursus pun dirintis bersama pemuda di kampungnya.

Baca Juga:  Guys, Ingin Uang Anda Awet Sampai Akhir Bulan? Ini 5 Cara Kelolanya

“Seadanya, yang penting istikomah, maka akan menghasilkan yang berarti bagi bangsa ini,” kata Oong sapaan akrab Fathorrahman diawal perjuangannya untuk membangun warga sekitarnya melek pendidikan. sehingga, ada kesetaraan pendidikan antara warga kampung dengan kota-kota besar.

Alhasil, usaha itu terjawab sudah. Meski bukan target utama untuk mendapatkan penghargaan sebagai pemuda pelopor tingkat Jatim dari Gubernur Soekarwo. Pada peringatan hari sumpah pemuda, 28 Oktober 2014 akan menjadi sejarah tersendiri dalam hidupnya setelah dipanggil untuk menerima penghargaan di Grahadi Surabaya.

“Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan kerjasama yang baik bersama kawan-kawan. Khususnya, masyarakat di kampung saya,” katanya dengan raut muka penuh syukur.

Diakui, perjuangan dunia pendidikan non formal masih panjang. Saat ini, telah memasuki  era ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. Kemajuan informasi, komunikasi dan teknologi menciptakan arus globalisasi yang semakin merambah pelosok kampung.

Baca Juga:  TNI Perketat Pengawasan, Cegah Peredaran Narkoba dan Teroris

Di era berbasis pengetahuan dan tekonologi ini, maka kemampuan intelektual, sosial, pengetahuan dan kecakapan hidup, serta kredibilittas suatu bangsa merupakan modal utama bagi kesejahteraan dan kemajuan suatu bangsa pula.

“Saya berusaha untuk mengambil bagian kecil saja, yakni bagaimana masyarakat mampu belajar sepanjang hayat, sehingga tidak seorangpun yang terabaikan dalam memperoleh pengetahuan dan kecakapan hidupnya,” katanya.

Aplikasi dari peringatan sumpah pemuda, sambungnya, jangan sekedar diperingati dan terkesan seremonial belaka. “Ini sebuah sumpah yang harus ditepati oleh para pemuda,” tandasnya.

Sebelumnya, Ia juga menerima penghargaan dari Bupati Sumenep A Busyro Karim. Pasca menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarowo, juga diberi kesempatan untuk mewakili Jatim ketingkat nasional di Jakarta.(htn)

Menerima Penghargaan dari Bupati Sumenep pada Resepsi Kenegaraan HUT RI ke 69 di Pendopo Keraton Sumenep

Menerima Penghargaan dari Bupati Sumenep, A Busyro Karim, pada Resepsi Kenegaraan HUT RI ke 69 di Pendopo Keraton Sumenep

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional