PortalMadura.com

Demo, Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Kesiapan Visit Sumenep 2018

  • Senin, 13 November 2017 | 11:48
Demo, Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Kesiapan Visit Sumenep 2018
Gempar Demo Kantor Bupati Sumenep, Senin (13/11/2017)

PortalMadura.Com, Sumenep – Belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi di kantor Bupati setempat. Mereka mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah menghadapi Visit Sumenep 2018. Pasalnya, kesiapan pemda menjelang kunjungan wisata 2018 itu masih dipertanyakan.

“Persiapan Pemda menjelang Visit Sumenep 2018 sepertinya kurang matang. Buktinya sejumlah tempat wisata tidak digarap dengan baik, padahal tahun 2018 sudah di depan mata,” kata Korlap aksi, Mahfud Amin, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, transportasi menuju lokasi wisata juga tidak diperhatikan, akibatnya banyak wisatawan yang datang ke Sumenep merasa kebingungan mau berkunjung ke tempat wisata.

“Harusnya, semua titik menjelang visit Sumenep telah dipersiapkan termasuk angkutan menuju objek wisata. Selain itu, pemerintah daerah lebih memilih Pantai Gili Labak dan Gili Iyang yang diunggulkan, padahal pantai Lombang dan Slopeng potensinya lebih siap dan telah menghasilkan PAD,” paparnya.

Penginapan yang ada di Sumenep juga minim. Padahal pemerintah sangat memungkinkan untuk membangun penginapan atau hotel tersebut agar wisatawan merasa betah di Sumenep.

“Kesiapan masyarakat secara mental juga harus dilakukan pendampingan. Misalnya, kalau ada turis luar yang ke Sumenep dan menggunakan pakaian yang tidak sama dengan warga lokal, itu harus diantisipasi agar tidak terjadi bahan penolakan dari warga Sumenep,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum, Pemkab Sumenep, Moh Jakfar mengatakan, menghadapi Visit Sumenep 2018, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tapi masyarakat dan para pengusaha.

“Beberapa unsur itu harus bersinergi menyukseskan program Visit Sumenep 2018. Seperti pemenuhan hotel, itu tidak mungkin dilakukan pemerintah, tapi bisa dilakukan oleh pengusaha,” ujar Jakfar.

Jakfar juga menyampaikan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menyukseskan Visit Sumenep 2018. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat umum. Sebab, tujuan Visit Sumenep 2018 ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, masyarakat juga harus aktif menghadapi Visit Sumenep 2018 ini. Jangan hanya menjadi penonton, tapi juga harus kreatif,” tukasnya. (Arifin/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional