oleh

Demo Dugaan Represif Oknum Polisi, Pribadi Kapolres Minta Maaf Pada Aktivis PMII

PortalMadura.Com, Sampang – Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, didesak meminta maaf di mata publik dan menindak tegas dugaan represif oknum polisi terhadap aktivis PMII setempat.

Mahasiswa menyebutkan, dugaan tindakan tidak manusiawi yang menimpa salah satu mahasiswa, yakni represif, premanisme, menyeret, mencekik sampai menginjak.

Insiden tersebut, terjadi saat ada aksi menolak kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di kantor DPRD Sampang, 15 September 2019. Massa aksi ricuh dengan petugas hingga ada lima mahasiswa yang sempat diamankan.

Atas nama PC PMII Sampang telah melaporkan kepada Polres dan memberikan jangka waktu 3 kali 24 jam untuk menyelesaikan kasus dugaan itu.

Loading...

“Sampai saat ini, tidak ada tindakan tegas dari kepolisian. Kami lakukan aksi turun jalan untuk menuntut keadilan karena kami diperlakukan seperti hewan, dicekik, ditendang dan diinjak,” tandas koordinasi aksi, Syaiful Rahman, Senin (16/9/2019).

Secara pribadi, Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman, menyampaikan permintaan maaf di hadapan massa PMII. “Saya minta maaf kepada kalian,” katanya.

Pihaknya mengaku jika cukup bukti akan dilakukan upaya tindakan tegas terhadap oknum anggotanya pada dugaan represif terhadap mahasiswa.

“Kami belum melihat bukti konkret. Proses tunggu dulu sambil mencari dan proses pembuktian,” kilahnya.(*)


Penulis : Rafi
Editor : Nurul Hijriyah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar