oleh

Demonstran Gunakan Masker Ditangkap

PortalMadura.Com – Polisi Hong Kong menangkap 77 orang karena melanggar UU anti-topeng, aturan baru untuk meredam demonstrasi yang diberlakukan sejak akhir pekan lalu.

Komandan Regional Wilayah Baru Utara Kwok Yam-yung mengatakan, para pengunjuk rasa membakar gedung, melemparkan bom molotov ke petugas dan menyerang pihak yang berbeda pandangan.

“Tindakan kejam dan sembrono, kami terkejut dengan sejumlah kasus di mana para perusuh dengan kejam memukuli orang-orang dengan pandangan berbeda, di tempat-tempat seperti Mong Kok dan Sham Shui Po,” kata dia, seperti dikutip Channel News Asia, dilansir AA, Rabu (9/10/2019).

Para demonstran, ujar Kwok Yam-yung, harus bertanggung jawab atas korban meninggal dan terluka.

Polisi mengklaim sejumlah pengunjuk rasa ‘menunjukkan niat untuk membunuh petugas polisi’.

Sejak UU itu diberlakukan, polisi menangkap 77 demonstran, beberapa di antaranya baru berusia 12 tahun.

Kepada wartawan, polisi mengatakan, 74 ditangkap karena menggunakan masker selama demonstrasi, sementara tiga lainnya karena ‘tak patuh’ ketika aparat meminta mereka melepaskan masker.

Selama akhir pekan lalu, lebih dari 80 set lampu lalu lintas dan stasiun hancur, juga mengarah ke ‘total shutdown’ jaringan kereta, ujar polisi.

Kwok meminta warga untuk membantu ‘menghentikan kegilaan ini’.

Loading...

Menurut polisi, petugas dibenarkan menggunakan senjata api ketika menghadapi ‘ancaman cedera tubuh serius atau serangan yang mengancam jiwa’.

Aksi polisi, imbuh Kwok, bertujuan untuk ketertiban umum dan mengatasi kerusuhan sosial, sekaligus menjadikan Hong Kong normal kembali.

“Beberapa pekan terakhir kerusuhan -kami menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami menghadapi musuh yang sangat tangguh,” ujar dia.

Selasa lalu, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, pemerintahannya tidak memiliki rencana untuk menggunakan kekuatan darurat era kolonial untuk memperkenalkan UU baru, selepas akhir pekan panjang dengan demonstrasi menentang larangan kontroversial penggunaan masker wajah.

“Pada titik ini, saya merasa masih mampu menemukan solusi. Juga posisi pemerintah pusat [di Beijing] bahwa Hong Kong harus mengatasi masalahnya sendiri,” kata dia.

Meski begitu, jika situasi kian memburuk, “Maka tak ada pilihan lain jika ingin Hong Kong memiliki peluang,” ujar dia.(AA)


Rewriter : Nurul Hijriyah
Sumber : Anadolu Agency
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar