oleh

Desa Guluk-Guluk Memanas, Hj. Zulfah, “Kedua belah pihak harus saling menahan diri”

PortalMadura.Com, Sumenep – Situasi dan kondisi Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang selalu diwarnai aksi demonstrasi antara pro dan kontra kepala desa mendapat perhatian serius dari seorang politisi perempuan setempat, Hj. Zulfah.

Kader Partai Gerindra yang duduk di legislatif ini, meminta warga Desa Guluk-guluk agar saling menahan diri, baik yang kontra maupun yang pro kepala desa (kades).

“Saya tidak dalam kapasitas mendukung warga yang pro atau kontra kades. Tapi, tolong semua warga untuk saling menahan diri,” tegas Zulfah pada PortalMadura.Com, Rabu (17/6/2015).

Ia mengaku memahami apa yang disampaikan masyarakat ke kantor DPRD beberapa waktu lalu, baik yang mengaku kontra maupun pro kepala desa.

“Saya yakin, diantara mereka yang mengaku kontra maupun pro kades itu, masih ada konstituen saya,” kata Zulfah yang juga berasal dari Guluk-guluk ini.

Sebagai politisi, ia mengaku tidak mempunyai kewenangan atau mempengaruhi proses hukum yang sedang menimpa kepala desa yang dilaporkan oleh sebagian warga.

Loading...

“Tolong, hormati proses hukum yang sudah berjalan. Kalaupun nanti dinyatakan bersalah atau tidak, jangan sampai ada efek lain yang ditimbulkan, apalagi saling dendam. Ayo bersama-sama serahkan pada lembaga yang berwenang dan silahkan untuk dikawal tanpa harus membuat situasi semakin memanas,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat juga tidak seharusnya saling curiga, apalagi masih ada hubungan keluarga, famili, dan kerabat yang akan menimbulkan situasi kurang baik untuk masa depan masyarakat Desa Guluk-guluk.

“Saya sebagai perempuan, sangat memahami dan ikut merasakan apa yang dirasakan warga kontra maupun pro kades. Jadi, tolong saling menahan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, massa kontra kades menuding aparat desa tidak menyampaikan hak-hak rakyat, semisal raskin dan sejumlah program lainnya. Dan mereka juga telah membuat laporan kepada penegak hukum.

Massa pro kades, juga menggelar aksi tandingan. Mereka mendatangi kantor DPRD Sumenep, dan siap membuktikan jika tidak ada program pemerintah yang disalahgunakan.(hartono)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar